-
Amerika Serikat mengerahkan tiga kapal induk ke Timur Tengah guna menekan posisi tawar Iran.
-
Presiden Donald Trump menolak memberikan tenggat waktu pasti mengenai berakhirnya konflik bersenjata tersebut.
-
Kehadiran jet tempur F-35 pada armada terbaru meningkatkan kesiapan tempur Amerika di kawasan.
Sumber internal melaporkan adanya draf rencana serangan baru terhadap target strategis Iran di kawasan Selat Hormuz.
Opsi militer ini dipersiapkan sebagai langkah antisipasi apabila kesepakatan gencatan senjata yang ada saat ini mengalami kegagalan.
Target utama serangan kemungkinan menyasar kapal cepat dan armada penebar ranjau yang kerap mengganggu jalur perdagangan dunia.
Jet tempur dari USS George HW Bush diprediksi akan memainkan peran kunci dalam menetralisir aset asimetris milik Teheran.
Meski demikian, penggunaan jet tempur dianggap kurang efisien dibandingkan pesawat A-10 yang sudah bersiaga di kawasan tersebut.
Ada spekulasi bahwa kedatangan kapal induk terbaru ini bertujuan untuk menggantikan posisi USS Gerald R Ford.
USS Gerald R Ford diketahui telah bertugas melampaui batas waktu normal tujuh bulan sejak masa penempatan Juni lalu.
Kondisi awak kapal dan sempat terjadinya insiden kebakaran kecil di ruang binatu menuntut adanya periode istirahat bagi personel.
Selain faktor rotasi, USS George HW Bush membawa keunggulan teknologi berupa jet tempur siluman F-35 yang sangat mematikan.
Baca Juga: Pakistan Lagi, Kenapa Indonesia Bukan Pilihan Iran untuk Perundingan Kedua dengan AS?
"Memiliki dua kapal induk berkemampuan F-35 menambah banyak daya tembak jika Iran terbukti keras kepala," kata Schuster menjelaskan keunggulan taktis.
Pengerahan tiga kapal induk secara bersamaan ini merupakan peristiwa langka yang terakhir kali terjadi saat invasi Irak tahun 2003.
Saat ini, Amerika Serikat mengoperasikan total 19 kapal perang di Timur Tengah guna mengamankan kepentingan mereka dari pengaruh Iran dan proksinya.
Perang yang pecah sejak 28 Februari ini terus memanas seiring dengan belum adanya kesepakatan damai yang konkret antara kedua belah pihak di meja diplomasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko