News / Internasional
Sabtu, 25 April 2026 | 07:06 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln beroperasi di sekitar Teluk Persia untuk melancarakan serangan langsung ke Iran. [US Central Command]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat mengerahkan tiga kapal induk ke Timur Tengah guna menekan posisi tawar Iran.

  • Presiden Donald Trump menolak memberikan tenggat waktu pasti mengenai berakhirnya konflik bersenjata tersebut.

  • Kehadiran jet tempur F-35 pada armada terbaru meningkatkan kesiapan tempur Amerika di kawasan.

Sumber internal melaporkan adanya draf rencana serangan baru terhadap target strategis Iran di kawasan Selat Hormuz.

Opsi militer ini dipersiapkan sebagai langkah antisipasi apabila kesepakatan gencatan senjata yang ada saat ini mengalami kegagalan.

Target utama serangan kemungkinan menyasar kapal cepat dan armada penebar ranjau yang kerap mengganggu jalur perdagangan dunia.

Jet tempur dari USS George HW Bush diprediksi akan memainkan peran kunci dalam menetralisir aset asimetris milik Teheran.

Meski demikian, penggunaan jet tempur dianggap kurang efisien dibandingkan pesawat A-10 yang sudah bersiaga di kawasan tersebut.

Ada spekulasi bahwa kedatangan kapal induk terbaru ini bertujuan untuk menggantikan posisi USS Gerald R Ford.

USS Gerald R Ford diketahui telah bertugas melampaui batas waktu normal tujuh bulan sejak masa penempatan Juni lalu.

Kondisi awak kapal dan sempat terjadinya insiden kebakaran kecil di ruang binatu menuntut adanya periode istirahat bagi personel.

Selain faktor rotasi, USS George HW Bush membawa keunggulan teknologi berupa jet tempur siluman F-35 yang sangat mematikan.

Baca Juga: Pakistan Lagi, Kenapa Indonesia Bukan Pilihan Iran untuk Perundingan Kedua dengan AS?

"Memiliki dua kapal induk berkemampuan F-35 menambah banyak daya tembak jika Iran terbukti keras kepala," kata Schuster menjelaskan keunggulan taktis.

Pengerahan tiga kapal induk secara bersamaan ini merupakan peristiwa langka yang terakhir kali terjadi saat invasi Irak tahun 2003.

Saat ini, Amerika Serikat mengoperasikan total 19 kapal perang di Timur Tengah guna mengamankan kepentingan mereka dari pengaruh Iran dan proksinya.

Perang yang pecah sejak 28 Februari ini terus memanas seiring dengan belum adanya kesepakatan damai yang konkret antara kedua belah pihak di meja diplomasi.

Load More