- Serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari 2026 terhadap Iran terbukti gagal mencapai tujuan strategisnya.
- Perlawanan Iran selama 40 hari berhasil mematahkan dominasi militer AS serta memperkuat posisi tawar diplomatik Teheran.
- Ketidakefektifan agresi militer memaksa Washington mempertimbangkan kembali jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik nuklir dan regional.
Iran dinilai berhasil memanfaatkan strategi pertahanan asimetris untuk meredam keunggulan teknologi militer AS.
Nasr meyakini Trump pada akhirnya tidak memiliki pilihan selain kembali ke jalur diplomasi.
"Pada akhirnya, dia tidak akan mampu menyelesaikan program nuklir Iran secara militer, dan akan dipaksa menyelesaikannya secara diplomatis," kata Nasr.
Agresi militer juga memperkuat solidaritas domestik Iran, sekaligus mematahkan asumsi Barat mengenai keretakan internal di Teheran.
Dunia kini menyaksikan bahwa kekuatan fisik tidak selalu mampu menundukkan kedaulatan sebuah bangsa.
Latar Belakang Krisis Iran-AS 2026
Krisis terbaru bermula dari serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menargetkan tokoh penting Revolusi Islam Iran.
Serangan itu memicu operasi balasan Iran selama 40 hari, yang menghantam sejumlah aset militer AS di kawasan Teluk.
Upaya gencatan senjata pada awal April gagal mencapai kesepakatan permanen. Washington tetap mempertahankan sanksi, sementara Iran menuntut pencabutan total.
Baca Juga: AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
Hingga kini, Iran masih menguasai jalur strategis Selat Hormuz, yang menjadi kartu penting dalam menghadapi tekanan koalisi pimpinan AS.
Berita Terkait
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Cek Fakta: Rudal Iran Melewati Langit Saudi Menuju Israel, Benarkah?
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG