- Iran membantah klaim Amerika Serikat dan menyatakan militer AS menyerang dua kapal kargo sipil di Selat Hormuz.
- Serangan militer AS tersebut mengakibatkan lima penumpang sipil tewas dan memicu tuntutan pertanggungjawaban dari pemerintah Iran.
- Iran juga memberikan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab terkait potensi ancaman keamanan di kawasan Teluk tersebut.
Suara.com - Iran menuduh militer Amerika Serikat menyerang dua kapal kargo kecil sipil di Selat Hormuz, bukan kapal cepat Garda Revolusi Iran (IRGC) seperti yang diklaim Washington.
Insiden tersebut menurut laporan Tasnim News, menewaskan lima penumpang sipil.
Sumber militer Iran menyatakan klaim AS soal penghancuran enam kapal cepat Iran adalah informasi palsu.
Menurutnya, tidak ada satu pun kapal tempur IRGC yang terkena serangan dalam operasi tersebut.
“Pasukan agresif Amerika menyerang dua kapal kecil pengangkut barang milik warga yang bergerak dari Khasab di pesisir Oman menuju pantai Iran,” ujar sumber tersebut kepada Tasnim.
Iran menyebut lima penumpang sipil tewas dalam serangan itu dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari Washington.
“Amerika harus dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan ini,” tegas sumber militer tersebut.
Pihak Iran menilai tindakan Amerika dilakukan karena ketakutan mendalam terhadap operasi kapal cepat IRGC di kawasan Selat Hormuz.
Serangan itu juga disebut sebagai langkah tergesa-gesa yang mencerminkan kepanikan militer AS.
Baca Juga: UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pasukan AS telah menyerang kapal cepat Iran di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS menyatakan operasi dilakukan menggunakan helikopter untuk menghancurkan kapal-kapal kecil Iran.
Operasi itu disebut sebagai bagian dari kebijakan Project Freedom yang diusung Trump.
Namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyindir operasi tersebut sebagai Project Deadlock.
Sebelumnya, militer Iran melontarkan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab (UEA). Teheran menegaskan seluruh kepentingan UEA akan menjadi target jika Abu Dhabi mengambil langkah yang dianggap bermusuhan terhadap Iran.
Peringatan itu disampaikan menyusul laporan media mengenai ancaman dari pihak UEA terhadap Iran di tengah eskalasi konflik regional.
Berita Terkait
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah
-
Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius
-
Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz
-
IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi