Suara.com - Angka kekerasan terhadap anak di Indonesia terus meningkat dan perundungan (bullying) menjadi salah satu bentuk yang paling sering terjadi di lingkungan sekolah.
Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat, sejak 2021 hingga 2025 tren kasus terus naik. Bahkan, pada awal 2025 saja sudah tercatat 4.664 kasus kekerasan terhadap anak. Di balik angka itu, ada anak-anak yang terluka secara fisik maupun batin di ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman yaitu sekolah.
Berangkat dari kondisi tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI menggelar kegiatan bertema “Sosialisasi Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati” di SRMA 13 Bekasi, sebagai upaya nyata menumbuhkan kesadaran dan kepedulian di kalangan pelajar.
Acara dibuka dengan persembahan tari kreasi tradisional oleh siswi SRMA 13 Bekasi yang menghadirkan nuansa hangat dan penuh semangat. Kegiatan semakin semarak dengan penampilan siswa-siswi melalui pidato dalam bahasa Inggris, Arab, dan Jepang, menunjukkan keberagaman potensi yang dimiliki. Sebanyak 180 siswa mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan antusias.
Wakil Ketua II DWP Kemensos RI, Evi Agus Zainal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas kondisi yang tidak bisa lagi diabaikan.
“Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas maraknya kejadian bullying di generasi sekolah saat ini. Kita ingin anak-anak tidak hanya memahami bahayanya, tetapi juga berani menghentikannya,” ujarnya.
Kepala Sekolah SRMA 13 Bekasi, Lastri Fajarwati, menambahkan bahwa sekolah terus berupaya menghadirkan lingkungan yang sehat dan positif bagi siswa.
“Di sini ada 14 ekstrakurikuler untuk memenuhi kebutuhan aktivitas anak-anak, agar mereka bisa berkembang dan terarah dalam kegiatan yang positif,” jelasnya.
Istri Menteri Sosial Saifullah Yusuf sekaligus Penasihat DWP Kemensos RI, Fatma Saifullah Yusuf, dalam pesannya mengajak para siswa untuk menjadi pelopor perubahan.
Baca Juga: Mensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kepri
“Kami percaya bahwa murid SRMA 13 Bekasi adalah anak-anak yang baik. Dengan bimbingan kepala sekolah dan para guru, kita harus mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling mengasihi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa menghentikan bullying dimulai dari keberanian diri sendiri.
“Mulai dari hal sederhana menghargai perbedaan, saling menghormati, dan berani berkata ‘tidak’ pada perundungan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi beranilah membela yang lemah dan mendukung korban,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan siswa membacakan Deklarasi Anti Perundungan yang berisi komitmen bersama, mulai dari menolak bullying, menghargai sesama, hingga menyebarkan pesan positif di lingkungan sekolah.
Usai pembacaan, deklarasi ditandatangani oleh Fatma Saifullah Yusuf bersama jajaran DWP Kemensos, Direktur Anak, Kepala Sentra Terpadu, dan perwakilan sekolah sebagai simbol komitmen bersama menciptakan sekolah bebas perundungan.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi sosialisasi interaktif dari Ginanjar Maulana (Kang Gin), seorang trainer dan motivator. Dalam materinya, Kang Gin mengajak para siswa terlibat langsung melalui role play atau bermain peran terkait situasi perundungan yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari.
Berita Terkait
-
Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen