News / Nasional
Senin, 11 Mei 2026 | 20:46 WIB
Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi. (Dok: Kemensos)

Melalui role play tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep bullying secara teori, tetapi juga merasakan langsung posisi sebagai korban, pelaku, maupun saksi. Metode ini bertujuan menumbuhkan empati, meningkatkan kesadaran emosional, serta melatih keberanian untuk bersikap dalam situasi nyata.

Selain itu, role play membantu siswa memahami dampak perundungan secara lebih mendalam dan mendorong mereka untuk mengambil peran aktif dalam mencegahnya.

Salah satu siswi SRMA 13 Bekasi, Alma, mengaku mendapatkan pengalaman yang membekas dari kegiatan ini.

“Dengan adanya sosialisasi ini ditambah pakai praktek jadi paham gimana enggak enaknya ngebully, tapi juga bisa dihentikan sama lingkungan. Ini jadi pengingat buat kita supaya enggak melakukan hal itu juga,” ungkapnya.

Tak hanya edukasi, kegiatan ini turut menghadirkan aksi nyata kepedulian melalui penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Sebanyak lima penerima manfaat menerima bantuan kursi roda, yakni Eko Yulianto (28) dari Bekasi, Fao (48) dari Bandung, Wilson (33) dari Bekasi, Chelsea (9) dari Ternate yang mengalami jantung bocor, serta Rosada, seorang lansia. ***

Load More