- SMAN 1 Pontianak memprotes ketidakkonsistenan penilaian juri pada Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.
- Pihak sekolah menemukan perbedaan perlakuan penilaian terhadap jawaban serupa antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
- Sekjen MPR RI menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penilaian dan tata kelola keberatan guna menjaga integritas kompetisi.
Sorotan Terhadap Kinerja Juri
Tak hanya soal substansi jawaban, SMAN 1 Pontianak juga mengkritik tajam performa dewan juri selama perlombaan berlangsung. Mereka menilai adanya penurunan fokus yang berakibat fatal pada perolehan poin siswa.
"Kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian, yang berpotensi memengaruhi objektivitas hasil," tulis pihak SMAN 1 Pontianak.
Sekolah meyakini bahwa para siswa telah berjuang maksimal dan memberikan performa terbaik mereka di atas panggung.
"Tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai substansi jawaban," imbuhnya.
Lebih jauh lagi, muncul dugaan penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri saat menghadapi protes dari peserta di lapangan.
SMAN 1 Pontianak menyayangkan tidak adanya ruang dialog yang proporsional saat keberatan diajukan secara langsung.
"Adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri, tanpa didahului proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional," tulis pihak SMAN 1 Pontianak.
Kronologi Perdebatan Nilai yang Viral
Baca Juga: Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar
Ketegangan ini bermula dari video viral yang memperlihatkan keberanian Ocha (Josepha Alexandra) dalam mendebat keputusan juri pada Senin (11/5).
Dalam potongan video tersebut, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapatkan nilai minus lima saat menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Ironisnya, Grup B dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa justru mendapatkan nilai 10 dari juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita.
Meskipun Ocha sudah melayangkan protes keras karena merasa jawaban mereka identik, juri tetap pada keputusannya.
Alasan yang diberikan juri saat itu adalah Grup C dianggap tidak menyebutkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas dalam artikulasinya, sebuah alasan yang kemudian disanggah oleh pihak sekolah melalui bukti rekaman.
Atas dasar rentetan kejadian tersebut, SMAN 1 Pontianak menuntut transparansi penuh.
Berita Terkait
-
Apa Itu Gaslighting? Ramai Dibahas gegara Ucapan MC Lomba Cerdas Cermat MPR
-
Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar
-
Siapa MC Lomba Cerdas Cermat MPR? Ini Profilnya, Kini Kena Sanksi Tegas
-
Soal LCC Empat Pilar, Cucun Protes Keras ke Setjen MPR: Angkat Juri yang Bener
-
Dyastasita Juri LCC Empat Pilar MPR Pernah Diperiksa KPK soal Kasus Suap Rp 17 Miliar
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena
-
Kisruh LCC Empat Pilar, DPR Usul Juri Pakai Headset dan Rekaman Audio agar Penilaian Tak Bermasalah
-
Studi Ungkap Banyak Eksperimen Laut Salah Prediksi Dampak Pemanasan Global, Apa Dampaknya?
-
Kejagung Lawan Vonis Bebas 3 Bankir Kasus Sritex, Ini Alasannya
-
Michael Jackson Dituding Predator Seks Berantai Gunakan Juice Jesus hingga Xanax
-
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun dalam Kasus Korupsi Minyak Rp285 Triliun
-
Terbongkar dari Nyanyian Penjual Pecel Lele: Kronologi Sopir MBG Ditangkap saat Nyambi Kurir Sabu
-
Kejagung Jemput Paksa Bos PT Toshida, Jadi Tersangka Suap Ketua Ombudsman Nonaktif
-
Puan Maharani Tak Tinggal Diam Soal Larangan Nobar Film Pesta Babi: Memang Sensitif!
-
Palang Bambu dan HT Patungan, Warga Pertaruhkan Nyawa Jaga Perlintasan Liar