-
Hantavirus di kapal MV Hondius dipastikan memiliki risiko penularan publik yang sangat rendah.
-
Pakar menegaskan hantavirus jauh lebih sulit menyebar dibanding COVID-19 karena membutuhkan kontak fisik.
-
Masa inkubasi yang panjang hingga enam minggu membantu petugas medis mengontrol penyebaran wabah.
Van Kerkhove menekankan bahwa virus ini membutuhkan kontak fisik yang "berkepanjangan" agar dapat berpindah dari satu individu ke individu lainnya secara langsung. Hal ini mempersempit ruang lingkup penyebaran virus hanya pada lingkaran orang-orang yang merawat pasien secara intensif.
Keuntungan besar dalam pengendalian wabah ini terletak pada masa inkubasi hantavirus yang sangat panjang, yakni dua hingga enam minggu. Jeda waktu yang lama ini memberikan kesempatan bagi otoritas kesehatan untuk memetakan dan memantau setiap orang yang berisiko.
Para penumpang yang dipulangkan saat ini sedang menjalani pengawasan ketat di pusat karantina khusus di Nebraska dan Atlanta. Petugas medis memanfaatkan jendela waktu ini untuk memastikan tidak ada rantai penularan baru yang terbentuk setelah kapal bersandar.
"Berita baiknya di sini adalah, karena masa inkubasi yang panjang itu, hal tersebut memberi kita lebih banyak waktu," ujar Gounder menjelaskan keuntungan strategi medis.
Mantan Komisioner FDA Scott Gottlieb juga menyatakan bahwa hantavirus "tidak akan menyebar seperti virus pandemi, seperti COVID" karena efisiensi penyebarannya yang rendah. Ia menilai bahwa masa krusial transmisi bagi para penumpang yang terpapar sudah mendekati titik akhir atau masa puncaknya.
Laksamana Brian Christine dari Departemen Kesehatan AS menegaskan bahwa varian Andes tidak mudah menular kecuali ada paparan cairan tubuh yang nyata. Meskipun risikonya sangat kecil, pemerintah tetap menerapkan prosedur keamanan tingkat tinggi untuk mencegah kemungkinan terkecil sekalipun di lapangan.
"Izinkan saya memperjelas: Risiko hantavirus bagi masyarakat umum tetap sangat, sangat rendah," kata Christine.
"Varian Andes dari virus ini tidak menyebar dengan mudah, dan memerlukan kontak dekat yang lama dengan seseorang yang sudah bergejala. Meskipun demikian, kami telah menanggapi situasi ini dengan sangat serius sejak awal."
Wabah ini bermula di atas kapal pesiar MV Hondius yang berbendera Belanda saat melakukan pelayaran di kawasan Amerika Selatan pada April lalu. Investigasi menunjukkan virus kemungkinan besar berasal dari tikus liar di daratan sebelum terbawa ke lingkungan tertutup di dalam kapal.
Baca Juga: Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan