News / Internasional
Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB
Ilustrasi kantor pengadilan di AS. (Pexels/Zachary Caraway)
Baca 10 detik
  • Mantan Walikota Arcadia, Eileen Wang, resmi mengaku bersalah atas tindakan spionase sebagai agen ilegal pemerintah China sejak 2020.
  • Wang menyebarkan propaganda pro-Beijing melalui portal berita daring US News Center yang menyasar warga keturunan China di AS.
  • Akibat perbuatannya, Wang mengundurkan diri dari jabatannya dan kini menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal hingga sepuluh tahun lamanya.

Suara.com - Eileen Wang, mantan Walikota Arcadia, mengguncang dunia politik AS (Amerika Serikat).

Dirinya akhirnya resmi mengaku bersalah karena telah bekerja sebagai agen rahasia untuk pemerintah China tanpa izin resmi dari otoritas Amerika Serikat.

Berdasarkan keterangan Departemen Kehakiman AS (11/5/2026), aksi gelap perempuan berusia 58 tahun ini dilakukan dalam rentang waktu yang cukup lama, yakni dari akhir tahun 2020 hingga tahun 2022.

Selama menjabat dan aktif di komunitas, Wang ternyata menjalankan instruksi dan mempromosikan propaganda pro-Beijing atas perintah dari pejabat pemerintah China.

Hal ini tentu saja melanggar hukum Amerika Serikat karena ia tidak pernah melaporkan statusnya sebagai agen asing kepada pemerintah setempat.

Modus operandi yang digunakan Wang terbilang cukup rapi untuk menjangkau masyarakat keturunan China di Amerika Serikat.

Ilustrasi penegakan hukum. (freepik)

Ia mengoperasikan sebuah situs web bernama US News Center yang seolah-olah berfungsi sebagai portal berita lokal bagi warga Amerika keturunan China.

Namun, nyatanya situs tersebut digunakan sebagai alat untuk menyebarkan narasi yang mendukung Republik Rakyat China (RRC).

Salah satu konten yang paling kontroversial adalah publikasi ulang esai resmi pemerintah China yang membantah adanya tuduhan genosida terhadap etnis minoritas Uighur di wilayah Xinjiang.

Baca Juga: Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Dalam menjalankan aktivitas ilegal ini, Wang tidak bekerja sendirian karena ia dibantu oleh seorang pria asal California bernama Yaoning Sun.

Yaoning Sun sendiri sudah lebih dulu dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada Oktober 2025 setelah mengakui perbuatan serupa sebagai agen asing ilegal.

Akibat perbuatannya, Wang kini harus menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat dengan ancaman hukuman maksimal hingga 10 tahun penjara.

Kasus ini memicu reaksi keras dari pemerintah Amerika Serikat karena dianggap sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat.

"Individu di negara kita yang secara diam-diam melakukan perintah pemerintah asing merusak demokrasi kita," kata Asisten Pertama Jaksa Amerika Serikat Bill Essayli, dikutip dari situs resmi Department of Justice.

"Perjanjian pembelaan ini adalah keberhasilan terbaru dalam tekad kami untuk membela tanah air melawan upaya Tiongkok untuk merusak institusi kami."

Load More