Di Lombok, tugas teritorial berubah menjadi kerja kemanusiaan. Prajurit tidak lagi sekadar menjaga keamanan, tetapi mengangkat puing-puing rumah warga, membangun hunian sementara, mendistribusikan logistik, hingga menenangkan anak-anak yang trauma.
Dalam banyak kesempatan, Rizal dikenal sebagai sosok yang mencintai alam dan lingkungan. Hampir di setiap tempat tugasnya, ia juga meninggalkan jejak penghijauan: menanam pohon, menghidupkan ruang hijau, dan mengajak prajurit memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari menjaga bangsa.
Karier Rizal terus bergerak menuju ruang-ruang strategis: Kaskogabwilhan II, Staf Khusus Kasad dalam penugasan Kementerian Pertanian sebagai Komandan Satgas BKO Ketahanan Pangan yg merintis Pembangunan 1 Juta Hektar lahan Persawahan beserta infrastrukturnya di Wanam Merauke, Rizal terjun langsung bersama Prajurit & Para Petani bahu membahu mebangun Merauke menjadinLimbung PangannNasional kedepannya, hingga akhirnya dipercaya menjadi Direktur Utama Perum BULOG.
Di titik inilah perjalanan militernya menemukan bentuk baru. Dahulu ia membangun jembatan untuk pasukan dan kini ia membangun jembatan distribusi pangan bagi rakyat Indonesia.
Dan sesungguhnya, dunia zeni memiliki hubungan yang sangat dekat dengan dunia pangan. Keduanya sama-sama berbicara tentang logistik, konektivitas, dan ketahanan. Jalan rusak dapat menghambat distribusi beras. Rizal menyandingkan ilmu intelejen dan teritorial di sektor pangan.
Jembatan yang runtuh dapat memutus rantai pangan. Gudang yang tidak tertata dapat menciptakan krisis. Karena itu, pengalaman Rizal di korps zeni dan teritorial menjadi modal yang unik dalam memimpin BULOG.
Di bawah kepemimpinannya, BULOG tidak hanya memanggul tugas administratif. BULOG memikul mandat besar negara: mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan Dan swasembada pangan, dalam konteks Indonesia modern, bukan sekadar urusan ekonomi. Ia adalah kedaulatan.
Presiden Prabowo Subianto berkali-kali menegaskan bahwa bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan mudah terguncang oleh tekanan global. Dalam kerangka besar itulah figur seperti Ahmad Rizal Ramdhani menjadi relevan: seorang perwira yang memahami disiplin logistik militer, tetapi juga mengerti denyut kebutuhan rakyat kecil.
Hubungannya dengan Prabowo dapat dibaca dalam konteks visi strategis tersebut. Dukungan all out dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga merupakan berkah bagi Rizal.
Baca Juga: Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual
Begitulah, negara bangkit menempatkan isu pangan sebagai bagian dari pertahanan nasional, maka pengalaman para perwira teritorial dan logistik menjadi sangat penting. Rizal adalah representasi dari generasi militer yang tidak melihat pertahanan semata-mata melalui senjata, tetapi juga melalui sawah, gudang beras, irigasi, dan kesejahteraan petani.
Karena sesungguhnya perang modern tidak selalu datang dalam bentuk invasi. Kelangkaan pangan, krisis iklim, dan rusaknya ekosistem dapat menjadi ancaman yang jauh lebih sunyi tetapi mematikan.
Kisah hidup Ahmad Rizal Ramdhani saat bahu membahu menangani bencana gempa Lombok pernah diabadikan dalam buku "Mempolong Merenten", sebuah frasa yang menggambarkan semangat persaudaraan, pengabdian, dan kerja bersama dalam menghadapi kehidupan.
Buku itu seperti ingin menegaskan bahwa perjalanan seorang prajurit sejati tidak diukur hanya dari pangkat dan jabatan, tetapi dari manfaat yang ditinggalkannya bagi manusia lain.
Dan mungkin itulah inti perjalanan Ahmad Rizal Ramdhani. Ia memahami bahwa membangun jauh lebih sulit daripada menghancurkan. Ia adalah prajurit yang mengerti bahwa ketahanan bangsa bukan hanya berdiri di atas tank dan senapan, tetapi juga di atas padi yang tumbuh subur, pohon yang tetap hijau, dan rakyat yang tidak pernah kehilangan harapan.
Di tangannya, BULOG bukan sekadar institusi logistik pangan namun sesuai Visinya Bulog harus menjadi Orkestrator Pangan Nasional & bahkan Internasional ke depannya. Ia adalah benteng sunyi yang menjaga Indonesia agar tetap tangguh.
Berita Terkait
-
Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual
-
Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur
-
Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?
-
Hari Kebangkitan Nasional Apakah Libur Nasional?
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara
-
Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini