- Presiden Italia Sergio Mattarella mengecam serangan militer Israel terhadap markas UNIFIL di Lebanon yang menewaskan personel penjaga perdamaian.
- Serangan tersebut menewaskan tiga personel asal Indonesia, sehingga pemerintah menuntut penyelidikan transparan dan akuntabilitas penuh atas insiden.
- Italia mendesak penghentian segera tindakan agresif di Lebanon untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dua personel Indonesia gugur pada Senin (30/3/2026) dalam insiden di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan.
Tragedi itu terjadi sehari setelah Praka Farizal Rhomadon gugur akibat serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel PBB harus dijamin dan setiap tindakan yang membahayakan peacekeepers merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Seruan untuk Pencegahan Eskalasi
Dalam percakapan dengan Presiden Israel, Mattarella juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan kebebasan navigasi di perairan internasional.
Kantor kepresidenan Italia menyebut pembicaraan berlangsung terbuka dan langsung. Italia berharap konflik di Timur Tengah dapat segera diredakan demi stabilitas regional dan global.
Kecaman dari Italia dan tuntutan Indonesia mencerminkan meningkatnya perhatian internasional terhadap keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB serta perlunya perlindungan terhadap mandat UNIFIL, demikian Antara.
Berita Terkait
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat
-
Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam
-
China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik