Tangkap Layar trailer Film Pesta Babi. (Dok. Youtube/Indonesia Baru)
Baca 10 detik
- Film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale merekam perlawanan masyarakat adat Papua terhadap eksploitasi lahan.
- Aparat melakukan 21 kali intimidasi terhadap pemutaran film tersebut di berbagai wilayah Indonesia dengan dalih administratif sensor.
- Kader PDI-P mengkritik pembubaran film dan mendesak pemerintah mengevaluasi dampak sosial pembangunan serta kebijakan eksploitasi di Papua.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari angka-angka statistik, tapi juga dampak sosialnya.
"Pembangunan Papua meningkat, tetapi dilihat juga domino effect dari pembangunan," ujar Novie dalam diskusi tersebut.
Novie memandang Dandhy Laksono telah berhasil menyalakan pemantik kesadaran bagi masyarakat untuk mulai bersuara demi keberlangsungan generasi mendatang. Sebuah peringatan keras agar apa yang terjadi di Papua tidak merembet ke wilayah lain.
"Apakah mau daerah-daerah lain sama seperti Papua?" pungkasnya.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Komentar
Berita Terkait
-
Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%
-
Film Pesta Babi tentang Apa? Tuai Kontroversi hingga Pembubaran Acara Nobar
-
Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah
-
Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel