- Dico Milandika tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok orang di Weston Billiard, Jakarta Barat, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
- Korban dianiaya hingga jatuh dari lantai dua saat mencoba melerai perselisihan antara kekasihnya dan pengunjung lain.
- Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kasus ini dengan memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan tersebut.
Suara.com - Nasib nahas menimpa Dico Milandika (29). Pria muda ini harus meregang nyawa setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang di Weston Billiard, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Tragisnya, aksi keji itu terjadi saat Dico berniat baik melerai perselisihan.
Peristiwa kelam ini bermula pada Sabtu (9/5/2026) malam. Saat itu, Dico tengah menghabiskan waktu bermain billiard bersama kekasihnya.
Namun, suasana santai tersebut berubah mencekam ketika pacar korban terlibat cekcok mulut dengan salah seorang pengunjung wanita di lokasi.
Melihat kekasihnya terlibat perselisihan, Dico pun berupaya menengahi. Namun, tindakan justru memicu kemarahan sekelompok pria yang ada di sana. Dico langsung dikepung dan dihujani pukulan secara membabi buta.
"Dia tuh misahin, terus udah tiba-tiba dia digebukin, dikeroyok sama lebih dari 15 orang," ungkap kakak kandung Dico, Mita, saat dihubungi wartawan, Jumat (15/5/2026).
Kekejaman para pelaku tak berhenti di situ. Mita membeberkan fakta memilukan bahwa adiknya sempat dilempar dari lantai dua bangunan tersebut sebelum akhirnya kembali dianiaya di lantai dasar.
"Digebukin di atas terus didorong dari lantai dua. Jatuh ke bawah masih diinjek-injek juga," tutur Mita dengan nada getir.
Luka Fatal di Batang Otak
Baca Juga: Rumah Mantan Suami Dibongkar Paksa, Unggahan Tsania Marwa Disorot: Doanya Menembus Langit
Dalam kondisi tak berdaya dan bersimbah darah, Dico dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan. Ia sempat menjalani masa kritis dan koma selama beberapa hari akibat luka serius, terutama di bagian kepala.
Perjuangan Dico berakhir pada Kamis (14/5/2026). Tim medis menyatakan nyawanya tak tertolong lagi.
"Sempat dirawat tapi koma. Yang paling fatal luka di kepala sampai batang otaknya enggak berfungsi lagi," jelas Mita.
Tak terima dengan perlakuan biadab para pelaku, keluarga korban telah resmi melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya untuk menuntut keadilan.
"(Kasusnya) lagi ditindaklanjuti sama Polda," tambahnya.
Polisi Buru Pelaku via Rekaman CCTV
Berita Terkait
-
Dendam Sesaat di Gang Buton: Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Maut yang Merenggut Nyawa Yogi
-
7 Fakta Remaja Dikeroyok Brutal hingga Tewas di Bandung Viral, Dipicu Motif Asmara!
-
Tsania Marwa Singgung Kekuatan Iblis saat Atalarik Syach Bantah Dapat Karma
-
Rumah Mantan Suami Dibongkar Paksa, Unggahan Tsania Marwa Disorot: Doanya Menembus Langit
-
Alasan Nisya Ahmad Gugat Cerai Andika Rosadi, 15 Tahun Menikah, Ngotot Pisah Karena Cekcok atau KDRT?
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021