News / Internasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China/aa. (Handout Kementerian Luar Negeri China)
Baca 10 detik
  • Presiden Vladimir Putin menyatakan hubungan Rusia dan China telah mencapai tingkatan tertinggi dalam sejarah kemitraan strategis komprehensif.
  • Putin akan mengunjungi Beijing atas undangan Presiden Xi Jinping untuk memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor utama.
  • Kedua negara sepakat mempererat kolaborasi ekonomi dan budaya, termasuk penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral global.

Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut hubungan antara Moskow dan Beijing telah mencapai "tingkatan yang belum pernah tercapai sebelumnya".

Meski demikian, dirinya menekankan bahwa hubungan tersebut tidak untuk melawan siapapun.

Dalam pernyataan video menjelang kunjungannya ke Beijing, Putin mengatakan bahwa Rusia dan China berkomitmen memperluas kerja sama di bidang politik, ekonomi, pertahanan, dan pertukaran kemanusiaan, sebagaimana pernyataan yang dirilis kantor berita TASS, Selasa (19/5/2026).

"Persahabatan kami tidak diarahkan melawan siapapun," kata Putin, seraya menegaskan bahwa hubungan China-Rusia adalah berdasarkan pada kesepahaman dan rasa saling percaya serta dukungan bagi kepentingan inti bersama, termasuk dalam hal kedaulatan dan kesatuan nasional.

Presiden Rusia menyebut kunjungannya ke Beijing dilakukan berdasarkan undangan Presiden Xi Jinping, yang ia sebut sebagai "teman lama".

Presiden China, Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada tahun 2014. (ALEXEI NIKOLSKY / RIA-NOVOSTI / AFP)

Ia pun memandang penting pertemuan tingkat tinggi dilaksanakan secara rutin untuk memperdalam hubungan bilateral.

Menurut Putin, Rusia dan China telah membina suatu "hubungan strategis sejati dan kemitraan komprehensif" setelah penandatanganan Traktat Tetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan 25 tahun yang lalu.

"Keadaan istimewa ini tercermin dalam nuansa saling pemahaman dan percaya, sebuah komitmen untuk mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan dan adil, menjalankan dialog yang saling menghargai, dan mendukung satu sama lain dalam hal-hal terkait kepentingan inti masing-masing negara," ucap Putin.

Ia menyambut peningkatan kerja sama ekonomi yang tercermin dari perdagangan bilateral dengan nilai melampaui 200 miliar dolar AS dan dengan transaksi yang sepenuhnya dilakukan "dalam mata uang rubel dan yuan".

Baca Juga: Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Presiden Rusia mengapresiasi implementasi kebijakan bebas visa bersama yang akan memacu pariwisata, kunjungan bisnis, dan pertukaran masyarakat antar kedua negara.

Moskow sangat menghargai sejarah dan budaya China serta berupaya memperdalam ikatan budaya maupun kemanusiaan antara kedua negara, demikian Putin.

[ANTARA]

Load More