- Waldan Ramadhan, siswa SD di Kabupaten Sumbawa, menulis surat terbuka kepada Presiden menanyakan realisasi program Makan Bergizi Gratis.
- Pihak Badan Gizi Nasional menanggapi aspirasi tersebut dengan berjanji akan segera meninjau dan mendistribusikan program ke wilayah Sumbawa.
- Pemerintah berkomitmen mengevaluasi sistem distribusi untuk memastikan pemerataan nutrisi bagi seluruh siswa di wilayah terpencil tahun 2026.
Suara.com - Sebuah surat terbuka yang ditulis oleh seorang siswa sekolah dasar di pelosok Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Waldan Ramadhan, siswa kelas 3 SD Negeri Lebangkar, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, menuliskan pesan menyentuh hati yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam suratnya, bocah berusia 10 tahun tersebut mempertanyakan realisasi program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Waldan mengungkapkan kegelisahannya karena merasa sekolahnya terlewatkan dari jangkauan program nasional tersebut.
Di saat banyak sekolah di kota-kota besar mulai merasakan manfaat dari asupan gizi tambahan tersebut, Waldan dan kawan-kawannya di Kecamatan Ropang masih harus menunggu tanpa kepastian.
Rasa kecewa sekaligus harapan besar ia tuangkan dalam selembar kertas.
Dalam potongan surat yang beredar di media sosial, Jumat (22/5/2026), Waldan menuliskan kalimat yang cukup lugu namun sarat makna mendalam.
Ia menagih janji pemerintah terkait pemerataan program nutrisi untuk anak sekolah di seluruh pelosok negeri.
“Untuk pak Prabowo Subianto, kapan ada MBG di sekolah kami. Kami menunggu kedatangan MBG yang kamu buat untuk sekolah seluruh Indonesia, tapi MBG tak pernah datang disekolah kami,” tulis Waldan.
Baca Juga: Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh
Keinginan Waldan bukan tanpa alasan. Sebagai anak yang tinggal di wilayah yang secara geografis cukup jauh dari pusat pemerintahan provinsi, ia merasa ada ketimpangan informasi dan fasilitas.
Ia mengaku sering mendengar cerita atau melihat informasi mengenai teman-sebaya mereka di daerah lain yang sudah menikmati menu sehat dari pemerintah.
Hal inilah yang memicu rasa ingin tahu dan keinginan kuat untuk merasakan hal yang sama bersama teman-teman sekelasnya di SDN Lebangkar.
Waldan juga mengungkap, keinginannya untuk menikmati makanan dari program MBG seperti siswa lain pada berbagai daerah Indonesia.
Baginya, program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar soal mengisi perut, melainkan simbol perhatian pemerintah terhadap anak-anak di daerah terpencil.
Ia menceritakan bagaimana ia dan rekan-rekannya selalu menanti kehadiran petugas atau armada yang membawa makanan tersebut setiap pagi saat bel sekolah berbunyi.
Berita Terkait
-
Dana Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Pengelola MBG, Rawan Praktik Korupsi
-
Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh
-
Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Buntut Ucapan 'Yang Mulia Takut Ya', Dua Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi
-
Perkuat Demokrasi, Prabowo dan PM Narendra Modi Sepakat Kerja Sama KPU RI-India
-
Mendikdasmen Kritik Perpustakaan Sekolah yang Hanya Jadi Syarat Akreditasi
-
Pekik Takbir di Praperadilan, Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Roy Suryo Tidak Sah
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Mahfud MD Sentil Fenomena UU 'Simsalabim', Komisi II DPR Langsung Buka Suara
-
Buntut Kasus Penyekapan di Bandung, Ombudsman Jelaskan Beda Aniaya dan Siksa
-
BGN Janji Benahi Program MBG agar Lebih Tepat Sasaran
-
Prambanan Jadi Simbol Baru Kedekatan Indonesia-India Lewat Proyek Restorasi
-
Bukan Cuma Thamrin, Shelter Ojol Gratis 24 Jam Bakal Menjamur di Terminal dan Stasiun