- Polda Metro Jaya memperkuat pencegahan kejahatan jalanan melalui patroli rutin, aktivasi pos pantau, serta integrasi ribuan CCTV wilayah Jakarta.
- Kolaborasi antara Polri dan TNI dilakukan guna meningkatkan deteksi dini serta mempersempit ruang gerak para pelaku tindak kriminalitas.
- Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial serta menghindari penyebaran informasi hoaks yang memicu keresahan publik.
Suara.com - Polda Metro Jaya memperkuat langkah pencegahan kejahatan jalanan melalui patroli besar-besaran, penguatan sistem keamanan lingkungan, hingga integrasi lebih dari 24 ribu CCTV di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam konferensi pers pengungkapan Penanganan Kasus Tindak Pidana 3C di Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026), Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan langkah preventif menjadi prioritas aparat sebelum melakukan penindakan hukum.
“Kehadiran Sabuk Kamtibmas dan Siskamling bukan semata-mata sifatnya seremonial, tetapi ini merupakan wujud kolaborasi masyarakat bersama Polri dan TNI dalam memperkuat deteksi dini,” ujarnya di Gedung Promoter Polda Metro Jaya.
Ia menjelaskan patroli dilakukan mulai dari level Polsek dan Koramil hingga patroli skala besar antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.
“Sebagai gambaran pada bulan April telah dilaksanakan 27.915 patroli. Serta minggu pertama bulan Mei tercatat 6.520 kegiatan patroli, minggu kedua 6.751 kegiatan patroli,” katanya.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan pihaknya juga telah berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
"Kami mengintegrasikan lebih dari 24.000 titik CCTV yang terpasang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Kami terus akan meningkatkan jumlah titik pemasangan untuk memudahkan pengungkapan berbagai perkara," kata Iman.
Selain CCTV, polisi juga mengaktifkan 150 Pos Pantau dan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling).
Dirsamapta Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, menambahkan bahwa Patroli Perintis Presisi kini lebih intensif menyisir titik rawan, terutama pada malam hari.
Baca Juga: Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
"Ada 150 pos pantau yang kami tempatkan di beberapa titik. Di situ kami tempatkan personel Polri berseragam dan kendaraan patroli untuk meminimalisir gangguan kamtibmas," kata Wahyu.
Namun, di tengah upaya pengamanan ini, kepolisian menyoroti fenomena unggahan hoaks terkait kejahatan jalanan yang memicu kegaduhan.
Iman memperingatkan pihak-pihak yang sengaja menyebarkan informasi palsu mengenai lokasi kejadian atau korban begal.
"Kami sedang melakukan pendalaman terhadap fenomena unggahan TKP maupun korban kejahatan di media sosial. Setelah kami klarifikasi, ternyata apa yang diunggah tersebut tidak sesuai dengan faktanya atau hoax. Ini dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan," tutur Iman.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan media sosial secara bijak dan tidak menyebarkan konten yang dapat memunculkan rasa takut maupun keresahan di tengah publik.
"Kami minta agar segera dihentikan. Gunakan media sosial dengan bijak dan beradab. Jangan memunculkan rasa takut kepada masyarakat," tambahnya.
Berita Terkait
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI
-
Ravio Patra Bongkar Temuan 34 CCTV di Sidang Praperadilan Andrie Yunus
-
Bau Amis 'Lokalisir' Kasus Andrie Yunus, Kuasa Hukum Desak Polda Metro Jaya Ambil Alih
-
Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis
-
Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!
-
Menteri PANRB Tekankan Transformasi Digital Harus Sesuai Realitas Masyarakat