- Schneider Electric meluncurkan Vivace E, rangkaian saklar dan stopkontak modern yang mengedepankan estetika serta fitur keamanan bagi keluarga.
- Produk ini dilengkapi fitur child safety shutter, material tahan panas, dan sistem grounding untuk meminimalisir risiko sengatan listrik anak.
- Vivace E tersedia di seluruh Indonesia melalui toko bangunan dan e-commerce dengan harga mulai dari Rp30 ribuan per unit.
Melihat kebutuhan tersebut, Perusahaan global di bidang teknologi energi, Schneider Electric menghadirkan Vivace E, rangkaian saklar dan stopkontak yang dirancang untuk menjawab kebutuhan hunian modern di Indonesia. Produk ini menggabungkan aspek estetika dan fitur keamanan dengan harga yang kompetitif.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan mengatakan keluarga modern kini tidak lagi harus memilih antara desain yang estetik atau keamanan untuk perangkat kelistrikan di rumah. Keduanya telah dihadirkan bersamaan melalui Vivace E.
"Melalui Vivace E, kami menghadirkan sakelar dan stopkontak dengan desain modern yang menyatu dengan interior, sekaligus memberikan perlindungan yang andal untuk penggunaan sehari-hari," kata Martin kepada Suara.com.
Desain saklar dan stopkontak yang sleek, slim, dan frameless membuat perangkat kelistrikan Vivace E dapat menyatu lebih natural dengan berbagai konsep interior rumah.
Dengan empat pilihan warna, yakni White, Black, Wine Gold, dan Light Grey, Vivace E memberi keleluasaan bagi pemilik rumah maupun desainer interior untuk menyesuaikan perangkat kelistrikan dengan karakter dan nuansa setiap ruang.
Vivace E juga hadir dalam beragam pilihan produk, mulai dari saklar lampu, stopkontak, aksesoris hotel, hingga soket data dan telekomunikasi. Variasi tersebut memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kebutuhan berbagai jenis ruang, baik hunian maupun area komersial.
Keunggulan Vivace E dengan Perlindungan Berlapis
Tidak hanya mengedepankan tampilan visual modern yang sleek, slim, dan frameless, Vivace E juga dirancang dengan sejumlah fitur perlindungan untuk keamanan kelistrikan.
Di tengah penggunaan perangkat elektronik yang semakin padat, sistem kelistrikan rumah kini bekerja hampir tanpa henti setiap hari. Mulai dari televisi, pendingin ruangan, mesin cuci, hingga pengisian daya gawai membuat stopkontak menjadi salah satu titik yang paling sering digunakan di rumah. Kondisi tersebut membuat perangkat kelistrikan rentan mengalami panas berlebih apabila tidak didukung material dengan standar keamanan yang baik.
Karena itu, Vivace E menggunakan material polycarbonate dengan ketahanan panas hingga 850 derajat Celsius berdasarkan glow-wire test. Material tersebut membantu perangkat tetap kuat dan tidak mudah berubah bentuk ketika terpapar panas, sehingga dapat mengurangi risiko yang muncul akibat penggunaan listrik intensif.
Vivace E juga dilengkapi sistem grounding yang berfungsi memberikan jalur pengamanan ketika terjadi gangguan listrik. Pada varian tertentu, tersedia fitur double-pole switched socket yang mampu memutus jalur live dan neutral secara bersamaan. Sistem ini membantu memberikan isolasi yang lebih baik saat stopkontak tidak digunakan maupun ketika perangkat dimatikan.
Selain itu, terminal soket dirancang lebih besar untuk memudahkan pemasangan kabel sekaligus mendukung koneksi listrik yang lebih stabil. Fitur ini memudahkan teknisi listrik dalam proses pemasangan sehingga instalasi lebih rapi dan efisien.
“Vivace E dirancang dengan standar keselamatan sesuai dengan SNI dan sertifikasi IEC (International Electrotechnical Commission)” kata Martin Setiawan.
Vivace E juga dilengkapi fitur child safety shutter. Fitur ini dirancang untuk membantu mencegah anak bersentuhan langsung dengan bagian listrik bertegangan di dalam stopkontak. Fitur ini sangat cocok untuk keluarga modern dengan anak kecil yang menginginkan tampilan detail yang estetis dan juga ramah anak.
Pada penggunaan normal, mekanisme shutter akan terbuka ketika kedua pin steker dimasukkan secara bersamaan dengan tekanan yang seimbang. Namun, apabila anak memasukkan benda asing hanya ke salah satu lubang stopkontak, shutter akan tetap tertutup sehingga benda tersebut tidak dapat menyentuh bagian bertegangan di dalamnya.
“Dengan adanya fitur child safety shutter, risiko sengatan listrik akibat kontak tidak disengaja dapat dikurangi,” ujarnya.
Saat ini, Vivace E sudah tersedia di berbagai toko alat kelistrikan dan toko bangunan di seluruh Indonesia. Produk ini juga dapat diperoleh melalui kanal resmi Schneider Electric Indonesia di platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia.
Di tengah biaya renovasi dan penataan rumah yang terus meningkat, faktor harga menjadi pertimbangan penting bagi banyak keluarga muda saat memilih perangkat interior maupun kelistrikan. Vivace E dipasarkan mulai kisaran Rp30 ribuan per unit, membuat perangkat dengan desain modern dan fitur keamanan kini lebih mudah dijangkau untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Tips Listrik Aman untuk Keluarga Modern
Martin mengingatkan keluarga muda agar tidak hanya mempertimbangkan desain dan harga saat memilih saklar maupun stopkontak. Menurutnya, aspek keamanan seperti kualitas material dan fitur proteksi juga penting karena perangkat tersebut digunakan setiap hari di rumah.
“Detail kecil seperti saklar dan stopkontak sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting memilih perangkat yang bisa mendukung rumah yang aman dan nyaman bagi keluarga,” kata Martin.
Selain perangkat di ujung instalasi listrik, sistem pengamanan utama di rumah juga perlu diperhatikan. Ketua Bidang Standardisasi Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia, Helvin Herman Tirtadjaja menjelaskan penggunaan Residual Current Circuit Breaker (RCCB) atau dikenal dengan Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) penting untuk membantu mendeteksi arus bocor yang tidak bisa dibaca oleh Miniature Circuit Breaker (MCB) biasa.
"Jika instalasi listrik dipasang GPAS atau RCCB, maka tidak akan ada kasus kematian akibat tersetrum," kata Helvin dalam forum Community Schneider Electric. Suara.com telah mendapatkan izin dari Schneider Electric untuk mengutip penjelasan Helvin dalam forum tersebut.
GPAS atau RCCB dapat membantu mengurangi risiko tersetrum maupun kebakaran karena perangkat akan otomatis memutus aliran listrik saat terjadi kebocoran arus. Untuk perlindungan tambahan tersebut, Schneider Electric Indonesia juga menghadirkan berbagai varian GPAS atau RCCB berkualitas yang dirancang untuk membantu meningkatkan keamanan kelistrikan rumah tangga.
Bagi Mala, momen saat Shana hampir menyentuh stopkontak di ruang tamu menjadi pengingat bahwa rumah modern bukan hanya soal tampilan yang estetik dan nyaman dipandang. Di balik detail kecil seperti saklar dan stopkontak, ada rasa aman yang sama pentingnya bagi keluarga, terutama untuk anak-anak yang sedang aktif mengeksplorasi rumah.
“Ternyata pilih stopkontak nggak bisa asal. Nggak cuma lihat desainnya bagus, tapi juga harus aman apalagi kalau punya anak kecil,” katanya.
Berita Terkait
-
Schneider Electric Gandeng Kreaby Hadirkan Desain Sakelar AvatarON yang Inklusif
-
Schneider Electric Perluas Pabrik di Cikarang, Dapat Kunjungan Dubes Prancis dan Kemenperin
-
Gerakan Listrik Aman Schneider Electric, Cegah Risiko Tersetrum di Rumah dengan GPAS
-
Perusahaan Asal Perancis Jadi yang Paling Berkelanjutan di Dunia
-
Martin Setiawan Resmi Nahkodai Schneider Electric
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas
-
Febrie Adriansyah Akhirnya Ditetapkan Tersangka, Habiburokhman: Sudah Begitu Gamblang Diberitakan