- Dompet Dhuafa mengirimkan perwakilan dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 untuk menembus blokade bantuan di Gaza.
- Militer Israel menangkap sembilan warga negara Indonesia di perairan internasional saat misi berlangsung pada Mei 2026.
- Para aktivis berhasil dibebaskan melalui diplomasi Turki dan akan menempuh jalur hukum internasional terkait penyiksaan selama penahanan.
Suara.com - Ketua Pengurus Lembaga Filantropi Islam Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, membeberkan kisah sekaligus pengorbanan para relawan kemanusiaan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0, termasuk detik-detik penangkapan oleh militer Israel di perairan internasional.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bertajuk "Kisah Pengorbanan Besar dalam Misi Kemanusiaan" di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Ahmad menjelaskan, misi kemanusiaan tersebut telah dipersiapkan sejak awal 2026, jauh sebelum para relawan diberangkatkan menuju kawasan konflik.
"Kegiatan Global sumud Flotilla 2.0 dimulai rapat-rapatnya sejak bulan Januari 2026, Dompet Dhuafa sudah terlibat dan sampai akhirnya kemudian diinventarisir relawan-relawan yang mungkin bisa ikut serta," ujar Ahmad dalam konferensi persnya.
Dalam misi tersebut, Dompet Dhuafa mengirimkan tiga perwakilan resmi untuk menembus blokade Gaza, terdiri dari dua relawan yang berangkat melalui jalur laut dan satu melalui jalur darat.
"Yang pertama yang melalui laut dua orang, Mas Ronggo dan Mas Herman, kemudian yang melalui darat ada Mas Imam," ujar Ahmad Juwaini.
Penangkapan di Laut Internasional
Misi yang melibatkan sekitar 50 kapal dari berbagai negara itu berangkat dari Marmaris, Turki, pada Kamis, 13 Mei.
Namun, perjalanan tersebut berujung pada intersepsi militer Israel dalam dua gelombang penangkapan.
Baca Juga: 'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
"Kemudian pada hari Senin, gelombang pertama di-intersept, dan di situ ada orang Indonesia yang ditangkap, diculik, dan ditahan itu sebanyak lima orang, terdiri dari empat jurnalis dan satu relawan," jelasnya.
Penangkapan kembali terjadi pada hari berikutnya terhadap rombongan lainnya.
"Yang tanggal 19 orang Indonesia sisanya empat orang itu juga kemudian ditangkap dan ditahan oleh tentara Israel, terdiri dari tiga relawan dan satu jurnalis," tambah Ahmad.
Secara keseluruhan, sebanyak 428 aktivis dari lebih 50 negara dilaporkan turut ditahan dalam operasi tersebut.
Diplomasi dan Pembebasan
Para aktivis akhirnya dibebaskan melalui proses diplomasi internasional yang disebut Ahmad banyak dipengaruhi peran Turki sebagai negara dengan hubungan strategis dengan Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?
-
Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete
-
Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas
-
Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU
-
KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan
-
Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas
-
Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah
-
BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan