- Dompet Dhuafa mengirimkan perwakilan dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 untuk menembus blokade bantuan di Gaza.
- Militer Israel menangkap sembilan warga negara Indonesia di perairan internasional saat misi berlangsung pada Mei 2026.
- Para aktivis berhasil dibebaskan melalui diplomasi Turki dan akan menempuh jalur hukum internasional terkait penyiksaan selama penahanan.
"Turki itu adalah negara yang punya hubungan diplomatiknya dekat sekali ya, intens dengan Israel. Dan ini membuat posisi Turki itu sangat-sangat disegani oleh Israel juga gitu," terangnya.
Setelah dibebaskan sekitar empat hari lalu, para relawan diterbangkan dari Tel Aviv ke Istanbul untuk menjalani pemeriksaan dan pendokumentasian kondisi mereka selama penahanan.
"Pengecekan itu untuk mendokumentasikan penyiksaan-penyiksaan yang dialami oleh aktivis-aktivis dari berbagai negara ini untuk didokumentasikan dan nantinya akan dijadikan bahan untuk pengaduan dan gugatan oleh Global Sumud Flotilla Internasional ke Dewan HAM PBB dan Mahkamah Internasional," tegas Ahmad.
Blokade Gaza dan Alasan Keterlibatan
Ahmad juga menegaskan bahwa keterlibatan Dompet Dhuafa dalam misi berisiko ini dilatarbelakangi kesulitan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza akibat blokade ketat sejak 7 Oktober 2023.
Ia bahkan mengungkap adanya dugaan hambatan dan pengurangan distribusi bantuan di lapangan.
"Beberapa kiriman-kiriman kita bantuan kemanusiaan menggunakan kontainer itu dikirim misalnya 100 yang dimasukkan hanya mungkin 80 atau 70. Dikirim 50 beberapa di antara dibiarkan sengaja oleh tentara Israel agar membusuk sebelum sampai ke Gaza, itu biasa kita alami gitu," ungkapnya.
Menurutnya, upaya kemanusiaan tidak akan efektif tanpa dihentikannya blokade terhadap Gaza.
"Gimana caranya genosida ini diakhiri? Karena itu kegiatan-kegiatan yang membantu dihilangkannya blokade, dihilangkannya genosida, perlu di-support Dompet Dhuafa karena itu bagian dari untuk memudahkan atau melancarkan disalurkannya bantuan kemanusiaan kita kepada masyarakat Palestina di sana," pungkasnya.
Baca Juga: 'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi
-
OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran