News / Nasional
Senin, 25 Mei 2026 | 19:48 WIB
Konferensi pers "Kisah Pengorbanan Besar dalam Misi Kemanusiaan" di Gedung filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). [Suara.com/Tsabita]
Baca 10 detik
  • Dompet Dhuafa mengirimkan perwakilan dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 untuk menembus blokade bantuan di Gaza.
  • Militer Israel menangkap sembilan warga negara Indonesia di perairan internasional saat misi berlangsung pada Mei 2026.
  • Para aktivis berhasil dibebaskan melalui diplomasi Turki dan akan menempuh jalur hukum internasional terkait penyiksaan selama penahanan.

"Turki itu adalah negara yang punya hubungan diplomatiknya dekat sekali ya, intens dengan Israel. Dan ini membuat posisi Turki itu sangat-sangat disegani oleh Israel juga gitu," terangnya.

Setelah dibebaskan sekitar empat hari lalu, para relawan diterbangkan dari Tel Aviv ke Istanbul untuk menjalani pemeriksaan dan pendokumentasian kondisi mereka selama penahanan.

"Pengecekan itu untuk mendokumentasikan penyiksaan-penyiksaan yang dialami oleh aktivis-aktivis dari berbagai negara ini untuk didokumentasikan dan nantinya akan dijadikan bahan untuk pengaduan dan gugatan oleh Global Sumud Flotilla Internasional ke Dewan HAM PBB dan Mahkamah Internasional," tegas Ahmad.

Blokade Gaza dan Alasan Keterlibatan

Ahmad juga menegaskan bahwa keterlibatan Dompet Dhuafa dalam misi berisiko ini dilatarbelakangi kesulitan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza akibat blokade ketat sejak 7 Oktober 2023.

Ia bahkan mengungkap adanya dugaan hambatan dan pengurangan distribusi bantuan di lapangan.

"Beberapa kiriman-kiriman kita bantuan kemanusiaan menggunakan kontainer itu dikirim misalnya 100 yang dimasukkan hanya mungkin 80 atau 70. Dikirim 50 beberapa di antara dibiarkan sengaja oleh tentara Israel agar membusuk sebelum sampai ke Gaza, itu biasa kita alami gitu," ungkapnya.

Menurutnya, upaya kemanusiaan tidak akan efektif tanpa dihentikannya blokade terhadap Gaza.

"Gimana caranya genosida ini diakhiri? Karena itu kegiatan-kegiatan yang membantu dihilangkannya blokade, dihilangkannya genosida, perlu di-support Dompet Dhuafa karena itu bagian dari untuk memudahkan atau melancarkan disalurkannya bantuan kemanusiaan kita kepada masyarakat Palestina di sana," pungkasnya.

Baca Juga: 'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

Reporter: Tsabita Aulia

Load More