- Kepolisian menetapkan Michael Rusli sebagai tersangka penipuan sewa gedung di kawasan Gunawarman senilai Rp2 miliar pada Mei 2026.
- Tersangka menyewakan gedung yang bukan haknya lagi kepada PT Jarasta Pasti Pesta selama periode Maret 2025 lalu.
- Tindakan penipuan tersebut mengakibatkan kerugian finansial besar dan menghambat rencana operasional bisnis milik PT Jarasta Pasti Pesta.
Akan tetapi, hak tersebut telah berakhir karena Michael tidak lagi memenuhi kewajiban pembayaran sewa kepada pemilik sah, sehingga ia tidak memiliki dasar hukum apa pun untuk menyewakan kembali gedung itu kepada Jarasta.
Upaya Hukum dan Penetapan Tersangka
Pihak Jarasta mengaku sempat mencoba menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun, upaya penagihan dan somasi resmi yang dilayangkan tidak membuahkan hasil.
Michael Rusli disebut tidak memberikan penyelesaian konkret atas dana Rp2 miliar yang telah diterimanya.
Merasa jalan buntu, perkara ini akhirnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 10 November 2025.
Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan yang mendalam, kepolisian akhirnya melakukan gelar perkara dan menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat Michael Rusli.
“Kami sangat menyayangkan, karena tak ada iktikad baik bersangkutan. Terus terang, klien kami sudah memberikan cukup waktu, tapi tak ada penyelesaikan," kata perwakilan kuasa hukum PT Jarasta Pasti Pesta, dikutip hari Selasa (26/5/2026).
Dampak dari kasus ini bukan hanya soal uang yang hilang. PT Jarasta Pasti Pesta mengaku mengalami hambatan operasional yang signifikan.
Rencana bisnis yang matang harus berantakan, dan mereka terpaksa mencari lokasi alternatif yang memakan waktu serta biaya tambahan yang tidak sedikit.
Baca Juga: IASC dan 9 Negara Bongkar 138 Ribu Kasus Penipuan Global, Kerugian Capai Rp13,2 Triliun
Reputasi perusahaan dan sumber daya internal juga turut tersita demi mengawal sengketa hukum ini.
Pernah Tipu Tiket Lady Gaga
Kasus ini menjadi alarm bagi para pengusaha maupun masyarakat umum yang ingin melakukan transaksi properti, terutama di kawasan premium.
Verifikasi legalitas dan memastikan kewenangan pihak yang menawarkan properti adalah langkah wajib yang tidak boleh dilewatkan guna menghindari kerugian besar.
Menariknya, publik juga kembali diingatkan pada rekam jejak Michael Rusli di masa lalu. Pada tahun 2012, namanya sempat mencuat dalam polemik pengembalian dana tiket konser Lady Gaga di Jakarta yang batal digelar.
Meski demikian, kuasa hukum Jarasta menegaskan bahwa informasi masa lalu tersebut tidak berkaitan langsung secara hukum dengan kasus penipuan sewa gedung yang kini tengah diproses.
Saat ini, pihak pelapor berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini di Polda Metro Jaya agar berjalan transparan.
Meskipun proses hukum terus berjalan, pihak Jarasta menyatakan masih membuka peluang untuk penyelesaian secara damai, asalkan ada niat baik dan pertanggungjawaban nyata dari pihak tersangka.
Berita Terkait
-
IASC dan 9 Negara Bongkar 138 Ribu Kasus Penipuan Global, Kerugian Capai Rp13,2 Triliun
-
Kasus Penipuan Dapur MBG Makin Banyak! Modus Catut Pejabat hingga Jual Titik SPPG
-
Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Nyaru Jadi Manajer, 4 WNA China di Jakbar Ternyata Komplotan Scam Online Kelas Kakap
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi
-
Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus
-
Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen
-
Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat
-
Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana
-
Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?
-
Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge
-
'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia
-
Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah
-
Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar