- Sosiolog UGM, Andreas Budi Widyanta, menyatakan fenomena begal pocong sengaja dirancang untuk menciptakan ketakutan dan kepanikan massal di masyarakat.
- Pola penyebaran rasa takut ini serupa dengan taktik era Orde Baru yang bertujuan mengarahkan persepsi publik melalui kecemasan.
- Algoritma media sosial mempercepat penyebaran narasi ketakutan, sehingga masyarakat perlu bersikap kritis dan melakukan verifikasi informasi secara mandiri.
Perkembangan teknologi membuat penyebaran narasi yang memicu kepanikan menjadi jauh lebih cepat dibanding masa lalu.
Algoritma media sosial dinilai berperan dalam memperluas jangkauan informasi yang mengandung unsur ketakutan sehingga lebih mudah menjangkau masyarakat luas.
Lebih lanjut, Abe bilang terjadi pertemuan antara kepentingan kekuasaan dan logika bisnis platform digital yang sama-sama diuntungkan oleh tingginya perhatian publik terhadap isu-isu yang memancing emosi.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat warga rentan terjebak dalam arus informasi yang terus memproduksi rasa cemas dan ketakutan.
"Teknologi digital mempercepat transmisi 'fear monger' itu. Otokrasi negara bertemu otokrasi korporasi platform membuat warga terkepung gelombang narasi double otokrasi," tandasnya.
Di tengah maraknya penyebaran informasi terkait begal pocong, Abe mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah menerima begitu saja setiap informasi yang beredar di media sosial.
Sikap kritis diperlukan agar publik tidak terjebak dalam narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan kepanikan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan masyarakat sipil sebagai benteng terhadap berbagai bentuk penyebaran ketakutan di ruang publik.
Solidaritas dan kemampuan masyarakat untuk melakukan verifikasi informasi menjadi faktor penting dalam memutus rantai kepanikan massal.
Baca Juga: Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal?
"Perkuat konsolidasi masyarakat sipil, agar tidak termakan fear monger," tegasnya.
Ia turut menaruh perhatian pada peran media massa dalam menyikapi fenomena tersebut.
Ia menilai jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan informasi secara proporsional dan tidak ikut memperbesar narasi yang dapat memperkuat kepanikan publik.
Berita Terkait
-
Negara Tak Boleh Jadi Algojo, Mengapa Menteri Pigai Larang Polisi Tembak Mati Begundal?
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba
-
Begal Urusan Polisi Bukan TNI! Koalisi Sipil Kritik Keras Watak 'Over-Reactive' Negara
-
TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?
-
Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam