News / Nasional
Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:30 WIB
Syiar Transisi Energi dari Mimbar Rumah Ibadah. (Dok. Mosaic Indonesia)
Baca 10 detik
  • Masjid Al-Muharram di Bantul berhasil memasang panel surya 4,30 kW pada 2023 melalui gerakan sedekah energi kolektif masyarakat.
  • Program ini bertujuan mengatasi kendala pemadaman listrik serta mendukung kegiatan ibadah warga dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan mandiri.
  • Rumah ibadah di Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi dan penerapan transisi energi bersih bagi masyarakat luas.

Suara.com - Suara azan sempat nyaris tak terdengar malam itu. Listrik di sekitar Masjid Al-Muharram di Kampung Brajan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tiba-tiba padam tepat ketika salat berjamaah akan dimulai.

Ruangan mendadak gelap. Pengeras suara tak berfungsi.

Di tengah situasi itu, cahaya dari sebuah telepon genggam menjadi satu-satunya penerangan di dalam masjid.

“Untung saya bawa HP, jadi terpaksa harus azan dengan penerangan cuma dari HP satu aja buat sholat berjamaah,” kata Andi Trianto, warga sekaligus pengusaha konveksi di sekitar masjid.

Beberapa tahun lalu, bagi warga Desa Brajan, pemadaman listrik bukan peristiwa yang asing. Dalam sebulan, listrik bisa padam hingga empat kali dengan durasi berjam-jam.

Kadang terjadi saat malam hari, kadang di tengah aktivitas kerja warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari usaha rumahan seperti jahit dan konveksi.

Ketika listrik mati, mesin jahit berhenti bekerja. Aktivitas belajar anak-anak terganggu. Pengajian dan tadarus di masjid pun kerap terhambat.

Di tengah situasi itu, muncul sebuah inisiatif yang perlahan mengubah wajah Masjid Al-Muharram. Masjid yang berdiri sejak 1980-an tersebut sebelumnya telah dikenal sebagai Eco-Masjid.

Sejak 2013, pengurus masjid menjalankan berbagai program lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga edukasi gaya hidup ramah lingkungan bagi warga sekitar.

Baca Juga: Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

“Waktu itu mungkin boleh dikatakan pertama dan satu-satunya di dunia yang mengelola sampah melalui masjid,” ujar KetuaTakmir Masjid Al-Muharram, Ananto Isworo.

Dari program sedekah sampah, lahir gagasan lain yang lebih besar: sedekah energi.

Konsepnya sederhana. Masyarakat diajak berdonasi untuk membantu penyediaan energi bersih melalui pemasangan panel surya di masjid. Gagasan itu mulai dijalankan pada Ramadan 2023 lewat gerakan Sedekah Energi yang diinisiasi MOSAIC (Muslims for Shared Actions on Climate Impact).

Melalui skema urun dana, masyarakat bisa berdonasi mulai dari Rp10 ribu.

Respons datang dari berbagai daerah. Lebih dari 5.500 orang ikut terlibat hingga akhirnya cita-cita lama Masjid Al-Muharram untuk memiliki panel surya berhasil terwujud.

“Sekarang sedekah nggak cuma berupa uang untuk yatim piatu atau orang tidak mampu. Sekarang udah bisa sedekah berupa energi,” kata Reka Maharwati dari Enter Nusantara.

Load More