- Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kritik Anies Baswedan mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
- Dasco menegaskan bahwa frekuensi kunjungan Presiden bersifat dinamis dan dilakukan secara efisien sesuai kebutuhan strategis negara.
- Pemerintah membuka ruang bagi masukan substantif terkait geopolitik daripada sekadar memperdebatkan jumlah atau durasi kunjungan diplomatik.
Sebelumnya, hubungan antara tokoh politik dan pejabat negara kembali memanas di ruang publik. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara terbuka pasang badan membela mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.
Pembelaan ini muncul sebagai respons atas 'sentilan' yang dilayangkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terhadap Dino, terkait kritik atas lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Anies Baswedan tidak hanya sekadar membela, namun ia membeberkan argumentasi kuat mengenai kapasitas dan integritas Dino di dunia diplomasi internasional.
Menurut Anies, kualitas seorang tokoh tidak bisa hanya diukur dari durasi jabatan formal yang singkat, melainkan dari konsistensi dan kontribusi panjangnya bagi bangsa.
"Pak Dino Patti Djalal menguasai substansi. Rekam jejaknya juga teruji. Pun pengalaman memimpinnya luas," kata Anies.
Tak hanya itu, Anies juga menegaskan karier diplomatik Dino terbilang panjang dan ajeg. Itu ditunjang oleh kecintaannya terhadap politik luar negeri Indonesia.
"Dino Patti Djalal, dia bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat."
Berita Terkait
-
Viral! Momen Luhut Binsar Panjaitan Cubit Pipi Teddy Indra Wijaya Bikin Gemas Warganet
-
Bukan di Istana, Prabowo Jamu Menlu Trkiye di Hambalang: Bahas Misi Rahasia untuk Palestina?
-
Bukan Tiba-tiba, Dudung Yakin Prabowo Sudah Lama Punya Niat Copot Kepala BGN
-
Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN
-
Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
Terkini
-
Kenapa Sulit Berhenti Merokok? Dokter Sebut Gejala Sakau Jadi Musuh Terbesar
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Tiga Santri Diduga Disiram BBM dan Dibakar, Satu Tewas
-
KPK Akan Telusuri Aliran Uang Rp 3,5 Miliar dari Waskita Karya ke Ketum Hipmi Akbar Buchari
-
DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas
-
Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia
-
Usai Dadan Dicopot, Belasan Karangan Bunga Berdatangan ke Kantor BGN
-
Dosen PPPK Resmi Diarahkan Menjadi PNS, Ini Mekanismenya
-
Komunikasi Istana Dinilai Kehilangan Arah, Publik Jenuh dengan Drama Elite
-
Barang Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terancam Musnah di Tangan Pengadilan Militer