- Kebakaran misterius di Mriyan X, Sleman telah terjadi 97 kali selama tiga belas hari terakhir hingga Kamis (4/6/2026).
- Peristiwa tersebut melumpuhkan usaha pemotongan ayam milik keluarga Mutfiana dan menyebabkan kerugian materiil mencapai sekitar Rp70 juta lebih.
- Keluarga terdampak mengalami kelelahan fisik dan psikologis akibat harus berjaga sepanjang malam demi memadamkan titik api secara mandiri.
Ia mengatakan bantuan logistik dari warga setempat, relawan, dan pemerintah mulai berdatangan. Bantuan berupa APAR dan kebutuhan sehari-hari disebut cukup membantu keluarga bertahan selama situasi darurat berlangsung.
"Insyaallah cukup. Enggak cukup dicukup-cukupin," ujarnya.
Hanya Tidur Tiga Jam
Di balik upaya memadamkan api yang terus muncul secara tiba-tiba, kondisi fisik dan psikologis keluarga perlahan ikut terkuras. Fia mengaku dirinya bersama anggota keluarga lain nyaris tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.
"Kalau kami tidur paling lama itu 3 jam. Selalu bergantian, 3 jam pasti dibantu sama relawan (berjaga)," ungkapnya.
Ia mengakui tekanan mental mulai dirasakan seluruh anggota keluarga. Kurang tidur, pola makan yang tidak teratur, hingga menurunnya nafsu makan menjadi kondisi yang kini mereka alami setiap hari.
"Tensi naik udah pasti. Begadang terus, kurang tidur, kurang makan, gizi enggak teratur," ujarnya.
Rumah yang mereka tempati saat ini dihuni tujuh orang untuk menginap dan total sekitar sebelas orang yang keluar masuk membantu penanganan.
Sebagian barang di lantai dasar rumah pun sudah mulai dikosongkan. Meski demikian, keterbatasan tempat membuat proses evakuasi barang tidak mudah dilakukan.
Kini, di tengah rumah yang sebagian mulai dikosongkan dan usaha yang tersendat, keluarga hanya berharap rentetan kemunculan api itu segera berakhir.
Baca Juga: Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan
Fia menuturkan bantuan yang paling mereka butuhkan saat ini pun sederhana, yakni sebuah blower atau kipas angin untuk membantu menghalau gas yang diduga memicu kebakaran berulang.
"Yang kami paling butuhkan saat ini adalah blower. Kami sangat butuh blower," tandasnya.
Menunggu Jawaban dari Penelitian
Di tengah berbagai dugaan mengenai keberadaan gas di sekitar rumah, Fia dan keluarga memilih menyerahkan seluruh proses penelitian kepada para ahli. Ia mengaku tidak memahami penjelasan teknis mengenai dugaan gas hidrogen maupun metana yang sempat disebut dalam investigasi awal.
"Kalau secara teori dan sebagainya itu aku enggak paham ya, karena kan aku orang awam. Jadi kuserahkan semua pada ahlinya," tuturnya.
Ia pun membuka akses seluas-luasnya bagi penelitian lanjutan. Menurutnya, penelitian tersebut penting bukan hanya untuk keluarganya, tetapi juga untuk menjawab kekhawatiran warga sekitar terkait kemungkinan penyebaran kejadian serupa.
"Sangat boleh karena itu sangat membantu, terutama membantu pertanyaan-pertanyaan yang ada di sekitar rumah," tandasnya.
Berita Terkait
-
Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan
-
Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia
-
Proyek Pabrik BYD Subang Kebakaran, Diduga Akibat Puntung Rokok
-
Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional
-
Gas dari Limbah Pemotongan Ayam Diduga Jadi Pemicu Utama Kebakaran Misterius di Sleman
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan