News / Nasional
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:06 WIB
Ilutrasi - Aksi kamisan ke-908 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Warga Rumpin melakukan Aksi Kamisan ke-910 di Jakarta pada Kamis (4/6/2026) untuk menuntut penyelesaian sengketa lahan.
  • Masyarakat memperjuangkan hak atas 1.000 hektare lahan yang diklaim sepihak oleh TNI AU selama hampir dua dekade.
  • Aktivitas militer di sekitar permukiman warga Rumpin mengganggu kehidupan sehari-hari serta menghambat berbagai kegiatan sosial masyarakat setempat.

Menurut dia, berbagai aktivitas warga juga kerap mendapat hambatan. Bahkan, kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jalan lingkungan tidak luput dari teguran dan somasi.

"Jadi setiap akan membuat jalan ada penjenggalan ada somasi, kami membuat bangunan ada somasi, kami membuat kegiatan ada somasi, bahkan saya kemarin membuat gotong royong menguruk tanah tak lama mereka datang gitu kawan-kawan semua," tuturnya.

Setelah 19 tahun memperjuangkan penyelesaian konflik tersebut, Neneng mengaku warga Rumpin belum sepenuhnya merasakan makna kemerdekaan karena masih harus berjuang mendapatkan keadilan atas tanah yang mereka klaim sebagai hak mereka.

"Jadi kami belum bisa merasakan apa arti sepenuhnya kemerdekaan karena kami masih berteriak mencari keadilan," pungkas Neneng.

Reporter: Dinda Pramesti K

Load More