News / Nasional
Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:05 WIB
Sekjen Pratai Golkar M. Sarmuji bersama Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan jajaran elite partainya usai bertemu dengan Presiden Prabowo selama 3 jam di Istana Negara, Rabu (27/8/2025). [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Immanuel Ebenezer memperingatkan Presiden Prabowo mengenai potensi gejolak politik besar dan konsolidasi massa pada Juni-Juli 2026 mendatang.
  • Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, menyatakan gejolak politik dapat dicegah dengan menjaga stabilitas ekonomi dan legitimasi pemerintah saat ini.
  • Sarmuji optimistis pemerintah mampu mengendalikan situasi serta memastikan kesuksesan program kerja demi mempertahankan dukungan luas dari masyarakat.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, memberikan respons terukur terkait peringatan keras yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel.

Sebelumnya, Noel menyebut adanya potensi gejolak politik besar dan konsolidasi lintas elemen yang mengancam stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sarmuji mengakui bahwa dalam dunia politik, potensi terjadinya gejolak akan selalu ada. Namun, ia menekankan bahwa sebuah gerakan massa besar tidak akan terjadi tanpa adanya alasan mendasar atau raison d’etre.

"Potensi seperti itu selalu ada. Tapi untuk terjadinya gejolak politik harus ada raison de’etre atau alasan untuk terjadi. Pemerintah harus tanggap situasi dan yang penting menutup raison de’etre-nya," ujar Sarmuji saat diminta tanggapannya oleh Suara.com, Jumat (5/6/2026).

Lebih lanjut, Sarmuji membedah tiga faktor utama yang menurutnya bisa menjadi pemicu atau raison d’etre dari ketidakstabilan politik.

Pertama adalah faktor ekonomi terkait daya beli, kedua mengenai fundamental ekonomi, dan ketiga adalah legitimasi politik.

"Raison de’etre itu adalah kenaikan harga yang tidak terjangkau, kerusakan fundamental ekonomi, dan anjloknya dukungan politik," jelasnya.

Meski ada peringatan dari berbagai pihak, Sarmuji menyatakan optimismenya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.

Ia meyakini pemerintah saat ini masih memiliki kendali penuh untuk mencegah faktor-faktor pemicu tersebut muncul ke permukaan.

Baca Juga: Mata dan Telinga Prabowo Pelototi Semua Program: Pejabat Jangan Coba-coba Korupsi!

"Saya meyakini hingga saat ini, pemerintah masih bisa mengendalikan situasi. Raison de’etre-nya masih bisa dicegah," tegas Sarmuji.

Sebagai partai pendukung pemerintah, Sarmuji memastikan Partai Golkar akan terus bekerja keras memastikan program-program pemerintah berjalan sukses.

"Kami sebagai partai pendukung akan terus berusaha agar pemerintah sukses menjalankan program, sehingga dukungan publik tetap tinggi. Alhamdulillah hingga saat ini dukungan rakyat terhadap pemerintah masih cukup besar," pungkasnya.

Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer saat bersiap untuk mengikuti sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

98 Jilid Dua

Noel sebelumnya melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo mengenai potensi gejolak politik besar yang mengancam stabilitas pemerintahan.

Ia menyebut adanya konsolidasi lintas elemen yang tengah bersiap memicu gerakan massa dalam waktu dekat.

Load More