- PNM melalui program Mekaar meraih penghargaan internasional berkat penyaluran modal inklusif kepada 23 juta nasabah perempuan di Indonesia.
- Strategi utama mencakup pemberian pinjaman modal yang disertai pendampingan rutin serta edukasi literasi keuangan bagi para pelaku usaha.
- Program ini memfasilitasi transformasi digital dan legalitas usaha untuk meningkatkan daya saing serta kemandirian ekonomi bagi pengusaha perempuan.
Selain mendapatkan akses pembiayaan tanpa agunan, para nasabah dibekali dengan pelatihan pemanfaatan teknologi melalui aplikasi PNM Digi.
Langkah ini diambil untuk memastikan para ibu rumah tangga yang memiliki usaha kecil tidak gagap teknologi dan mampu memperluas pasar mereka melalui platform digital.
Selain literasi keuangan dan digital, aspek legalitas usaha menjadi perhatian serius. Banyak pengusaha ultra mikro yang selama ini terkendala dalam mengembangkan bisnis karena tidak memiliki izin resmi.
Oleh karena itu, fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal menjadi bagian dari paket pemberdayaan yang diberikan.
Dengan memiliki NIB dan sertifikat halal, produk-produk hasil karya nasabah perempuan ini memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar yang lebih luas.
Pendekatan komprehensif ini dinilai menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat struktur ekonomi masyarakat bawah.
Legalitas usaha memberikan rasa aman bagi pelaku usaha sekaligus membuka peluang untuk menjalin kerja sama dengan rantai pasok yang lebih besar.
Kontribusi Perempuan dalam Ekonomi Nasional
Penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment ini menjadi cermin betapa besarnya kontribusi perempuan dalam menopang ekonomi keluarga di Indonesia.
Baca Juga: Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!
Mayoritas nasabah program Mekaar adalah ibu rumah tangga yang merintis usaha dari skala sangat kecil, seperti warung kelontong, usaha kuliner rumahan, kerajinan tangan, hingga penyedia jasa skala lingkungan.
Meningkatnya kapasitas usaha para perempuan ini berdampak langsung pada pendapatan keluarga.
Mereka tidak hanya berperan sebagai pengelola keuangan rumah tangga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di komunitas lokal.
Uang yang berputar di tingkat ultra mikro ini terbukti menjadi bantalan ekonomi yang kuat saat terjadi gejolak ekonomi global.
Model pemberdayaan yang mengombinasikan akses modal, pendampingan berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas teknis dinilai sebagai solusi yang paling relevan saat ini.
Apresiasi yang diterima bukan sekadar simbol keberhasilan bisnis, melainkan pengakuan atas peran strategis dalam membangun kemandirian jutaan perempuan Indonesia serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dari level yang paling dasar.
Berita Terkait
-
Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!
-
Mengakhiri Warisan Luka dalam Pola Asuh Anak Perempuan
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam