News / Internasional
Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:22 WIB
Ilustrasi bakar diri. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Seorang pria tewas membakar diri sambil memegang bendera Tibet di depan Markas PBB.

  • Kepolisian New York masih menginvestigasi motif utama dan merahasiakan identitas korban berusia 52 tahun.

  • Insiden tragis ini merefleksikan protes ekstrem terhadap kekuasaan tangan besi China di wilayah Tibet.

Suara.com - Seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bakar diri sembari memegang bendera Tibet tepat di halaman Markas Besar PBB, New York.

Aksi ekstrem di luar area sidang tersebut langsung memicu perhatian global terhadap esensi konflik wilayah Himalaya yang tak kunjung usai.

Dikutip dari AP, petugas keamanan merespons panggilan darurat 911 sekitar pukul 18.30 waktu setempat dan menemukan korban dalam kondisi kritis.

Kepolisian New York mengonfirmasi pria berusia 52 tahun tersebut mengalami luka bakar parah di sekujur tubuhnya.

Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan pertolongan medis darurat.

Dokter kemudian menyatakan pria tersebut meninggal dunia akibat luka fatal dari kobaran api.

Aparat kepolisian setempat saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap motif asli di balik tindakan nekat itu.

Pihak berwenang belum bisa memberikan komentar mengenai pemicu utama yang mendorong pria tersebut membakar dirinya sendiri.

Nama resmi korban juga masih dirahasiakan oleh kepolisian karena pihak keluarga belum mendapatkan notifikasi resmi.

Baca Juga: Aktivis AS Bakar Diri di Depan Konsulat Israel, Protes Genosida Gaza: Rebut Kembali Kekuasaan, Bebaskan Palestina!

Seorang juru bicara PBB menyatakan bahwa insiden tersebut berlangsung setelah seluruh jadwal pertemuan resmi untuk hari itu selesai.

Manajemen PBB memastikan bahwa agenda diplomasi tidak terganggu dan tidak ada aktivitas organisasi yang terdampak oleh kejadian tersebut.

Tragedi ini menambah daftar panjang aksi protes ekstrem yang kerap diadopsi oleh para aktivis pro-kemerdekaan Tibet.

Beijing bersikeras mengklaim wilayah Tibet telah menjadi bagian integral dari teritorial China selama lebih dari tujuh abad.

Partai Komunis China sendiri telah memegang kendali pemerintahan di wilayah pegunungan Himalaya tersebut sejak tahun 1951.

Sebaliknya, mayoritas warga Tibet menegaskan wilayah mereka telah berdiri independen di sepanjang sejarah masa lalu.

Load More