News / Internasional
Selasa, 07 Juli 2026 | 13:09 WIB
Sejumlah petugas PPSU berjaga saat banjir rob di Jalan Pluit Karang Ayu Barat, Pluit, Jakarta, Selasa (17/12/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa/am.

Meningkatnya risiko banjir pesisir mendorong para peneliti agar pemerintah dan perencana wilayah memperhitungkan ancaman tersebut dalam pembangunan kawasan pantai. Investasi untuk perlindungan pesisir, seperti tanggul, restorasi ekosistem mangrove, hingga penataan ruang, menjadi semakin penting untuk mengurangi risiko di masa depan.

Di sisi lain, para ilmuwan menekankan bahwa upaya adaptasi perlu dibarengi dengan pengurangan emisi gas rumah kaca. Transisi menuju energi rendah karbon, termasuk pemanfaatan energi surya dan angin, dinilai menjadi langkah penting untuk memperlambat laju pemanasan global sehingga kenaikan permukaan laut tidak semakin cepat.

Meski berbagai negara mulai meningkatkan penggunaan energi terbarukan, para peneliti mengingatkan bahwa dunia belum berada pada jalur yang sepenuhnya aman. Menurut peneliti Tulane University, Andra J. Dangendorf, dampak perubahan iklim memang tidak dapat sepenuhnya dihindari, tetapi masih dapat dibatasi melalui tindakan yang dilakukan sejak sekarang.

Temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa banjir pesisir bukan lagi sekadar konsekuensi dari cuaca buruk, melainkan salah satu dampak nyata perubahan iklim yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Semakin cepat emisi ditekan dan langkah adaptasi dilakukan, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko banjir yang akan dihadapi masyarakat pesisir di masa mendatang.

Penulis: Chairunisa

Load More