News / Nasional
Rabu, 08 Juli 2026 | 11:18 WIB
Ratusan siswa SD-SMP di Sleman bersiap menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di kawasan pintu keluar VVIP Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Ratusan siswa SD dan SMP mengenakan pakaian adat menyambut Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi di Yogyakarta.
  • Agenda penyambutan berlangsung di pintu keluar VVIP Lanud Adisutjipto pada Rabu, 8 Juli 2026, sejak pukul 09.00 WIB.
  • Dinas Pendidikan Sleman mengerahkan 1.000 siswa melalui koordinasi lintas instansi untuk mengibarkan bendera bagi iring-iringan tamu negara.

Suara.com - Ratusan siswa SD dan SMP mulai memadati kawasan pintu keluar VVIP Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026) pagi.

Mereka datang untuk mengikuti agenda penyambutan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.

Pantauan Suara.com di lokasi, para siswa sudah tiba sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka diantar orang tua menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi.

Sejumlah sekolah juga tampak mengangkut siswa secara rombongan menggunakan minibus yang didampingi guru dan pendamping.

Sesampainya di lokasi, para siswa langsung diarahkan berbaris rapi di sisi pintu keluar VVIP Lanud Adisutjipto.

Masing-masing memegang bendera kecil Merah Putih dan bendera India yang akan dikibarkan saat iring-iringan tamu negara melintas.

Hingga pukul 10.30 WIB, helikopter maupun pesawat yang disebut akan membawa rombongan Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi belum mendarat.

Para siswa tetap bertahan di barisan sambil sesekali mendapat arahan dari guru dan petugas pendamping.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengatakan sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP yang disiapkan dibagi menjadi dua kelompok.

Baca Juga: Sebut Prabowo Perlu Membumi! Aliansi Perempuan Soroti Kerusakan Republik dan Konflik Papua

Masing-masing berjumlah 500 siswa untuk menyambut kedatangan dan kepulangan Presiden Prabowo bersama PM Narendra Modi agar waktu tunggu peserta tidak terlalu lama.

"Kita siapkan 1000 siswa, SD dan SMP. Kita bagi dua. Pertimbangannya adalah biar tidak terlalu lama," kata Mustadi kepada awak media, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan seluruh siswa memang diminta mengenakan pakaian adat Jawa. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari konsep penyambutan yang telah ditetapkan sejak awal oleh pihak kepresidenan.

"Adat Jawa, karena sejak awal memang dari kepresidenan itu," ujarnya.

Disampaikan Mustadi, pengerahan siswa bukan merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sleman. Penugasan tersebut berasal dari Sekretariat Presiden melalui mekanisme koordinasi lintas instansi.

Penyiapan peserta dilakukan setelah adanya rapat koordinasi di tingkat Pemerintah Provinsi DIY yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Load More