- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di wilayah Solo Raya pada Jumat, 10 Juli 2026.
- Penangkapan tersebut dilakukan atas dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan bupati terhadap sejumlah perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo.
- Kelima pihak yang diamankan KPK telah menjalani pemeriksaan awal di Polres Surakarta sebelum dibawa ke Jakarta untuk penyidikan.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap dilakukan di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, dengan mengamankan lima orang, termasuk Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, seluruh pihak yang diamankan telah menjalani pemeriksaan awal di Polres Surakarta sebelum dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," kata Budi kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
KPK menduga perkara ini berkaitan dengan praktik pemerasan yang dilakukan bupati terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
"Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," ujar Budi.
Daftar OTT KPK Sepanjang 2026 Terus Bertambah
Operasi di Sukoharjo menjadi OTT ke-16 yang dilakukan KPK sepanjang 2026, menambah panjang daftar kepala daerah dan pejabat yang terjerat operasi senyap lembaga antirasuah tersebut.
Rangkaian OTT sepanjang tahun ini dimulai dari dugaan korupsi terkait pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026.
Selanjutnya, KPK mengungkap dugaan pemerasan bermodus fee proyek, dana Corporate Social Responsibility (CSR), dan gratifikasi yang menjerat Wali Kota Madiun, Maidi.
Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
Operasi berikutnya menyasar Bupati Pati Sudewo atas dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa.
KPK juga pernah melakukan dua OTT secara bersamaan, yakni dalam perkara dugaan korupsi restitusi pajak di KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta dugaan korupsi importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Di sektor peradilan, KPK menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan terkait dugaan suap pengurusan sengketa lahan.
OTT lainnya menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam perkara dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
KPK juga menangkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobar dalam dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait proyek pemerintah.
Di Kabupaten Cilacap, operasi senyap KPK mengungkap dugaan pemerasan berkedok pengumpulan tunjangan hari raya (THR) yang menyeret Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Sadmoko Danardono.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?
-
Geger Penggeledahan Polisi, Jampidsus Tegaskan Kejagung Fokus Bongkar Korupsi Tambang Hingga MBG
-
Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!
-
'Jangan Mundur!' Karangan Bunga Dukung Polri Usut Korupsi Jampidsus Muncul di Polda Metro
-
Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Ditjen Bea Cukai
-
Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim
-
Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung
-
Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK
-
Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?
-
Enggar Lukita: Rachmat Gobel Terlalu Baik untuk Dunia Politik