News / Nasional
Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:18 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri open house Sekolah Rakyat di Aula SRMP 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini dimeriahkan beragam penampilan siswa Sekolah Rakyat, salah satunya drama Putri Mandalika. (Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)

Suara.com - Suara riuh tepuk tangan memenuhi aula saat para siswa tampil pada acara open house sekolah rakyat untuk orang tua dan calon siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jum'at (10/7/2026).

Para siswa dari SRMP 18 Lombok Barat, SRD 3 Lombok Timur, SRD 4 Lombok Barat, dan SRMA 38 Lombok Timur tersebut begitu percaya diri tampil di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Ada yang menampilkan yel-yel, tarian tradisional, baris variasi, pencak silat, pidato bahasa Arab, Inggris, dan Jepang serta paduan suara dan puisi. Kemudian, ada juga penampilan mikro drama bertajuk 'Putri Mandalika', para siswa begitu mendalami peran, dengan percaya diri menggunakan dialog Bahasa Inggris, dan memakai kostum yang menarik.

Acara open house sekolah rakyat untuk orang tua dan calon siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (Dok: Biro Humas Kemensos/Pian Ardiansyah)

"Long ago, in Lombok, there lived a beautiful and wise princess named Mandalika," ujar sang narator mengawali drama.

Penampilan-penampilan siswa tersebut membuat Gus Ipul dan para orang tua serta calon siswa yang hadir merasa bangga, membuktikan bahwa di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, namun juga berfokus pada pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan.

"Alhamdulillah anak-anakku setelah satu tahun memperoleh pembelajaran, sekarang sudah tampak lebih percaya diri, semangat, optimis untuk meraih cita-citanya, dan saya lihat juga, Alhamdulillah sudah ada yang berprestasi," katanya.

Lebih jauh, Gus Ipul menjelaskan bahwa sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sekolah Rakyat menjangkau keluarga-keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan, keluarga yang berada di desil satu (DTSEN), desil satu itu adalah keluarga yang secara sosial ekonomi berada pada peringkat paling bawah," jelasnya.

Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian yang luar biasa kepada keluarga-keluarga yang belum sejahtera, salah satunya melalui pembangunan Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli

"Untuk itu anak-anakku sekalian, yang calon-calon siswa ini, manfaatkan kesempatan ini dengan baik, manfaatkan kesempatan ini untuk meraih cita-citamu, sebagai persembahan dari Bapak Presiden Prabowo," kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengajak para kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan lainnya, untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas, dan berharap tidak ada penyimpangan dalam penyelenggaraannya.

"Sehingga tujuan daripada penyelenggaran sekolah rakyat ini, bisa benar-benar direalisasikan yaitu melahirkan anak-anak yang tangguh, anak-anak yang pintar, anak-anak yang berkarakter, anak-anak yang memiliki keterampilan," ujarnya.

Usai menonton penampilan siswa, para orang tua calon siswa tampak semakin yakin untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat. Salah satunya yaitu Jannah, ibu dari M. Faturrohman, calon siswa SRMP 18 Lombok Barat.

Jannah mengungkapkan kesulitan untuk menyekolahkan anaknya, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup, mengingat penghasilan suaminya dari mencari ikan tidak menentu.

Hadirnya Sekolah Rakyat menjadi harapan bagi Jannah, agar Faturrohman bisa mendapatkan pendidikan gratis dengan lingkungan yang berkualitas.

Load More