- Febrie Adriansyah resmi mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus Kejaksaan Agung RI pada Sabtu, 11 Juli 2026.
- Pengunduran diri tersebut dilakukan untuk menjaga integritas dan netralitas terkait proses penegakan hukum oleh pihak Polri.
- Kejaksaan Agung menjamin seluruh tugas serta penanganan perkara tetap berjalan normal sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
“Sampai Jumat pagi, saya masih menerima perintah-perintah untuk menyelesaikan pemberkasan penanganan perkara," tegas Febrie.
Tekanan publik terhadap Kejagung RI memang meningkat, seiring dengan bergulirnya kasus korupsi batu bara yang berdampak luas pada hajat hidup orang banyak.
Namun, Febrie menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memastikan efisiensi penanganan perkara agar segera naik ke meja hijau.
“Jadi, sesuai perintah tadi, akan diprioritaskan mana saja perkara yang menjadi perhatian masyarakat, untuk segera pemberkasannya dan disidangkan," kata Febrie.
Skandal Batu Bara PLN dan Kerugian Rp 5 Triliun
Kasus korupsi batu bara ini menjadi pusat perhatian nasional setelah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri melakukan gebrakan besar.
Pada Rabu (8/7/2026), penyidik Polri melakukan penggeledahan serentak di 12 lokasi berbeda. Operasi ini membuahkan hasil fantastis dengan penyitaan uang tunai dalam jumlah besar serta puluhan kilogram emas.
Dugaan penyimpangan ini menyasar pada sektor pengadaan dan distribusi batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Akibat carut-marutnya distribusi ini, pasokan bahan bakar ke sejumlah pembangkit terganggu, yang berujung pada peristiwa pemadaman listrik massal atau blackout di berbagai wilayah strategis di Indonesia.
Baca Juga: Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
Pengamanan TNI dan Penggeledahan Lanjutan
Kehebohan kasus ini sempat diwarnai dengan dikerahkannya personel TNI untuk berjaga di kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah.
Muncul spekulasi bahwa penjagaan ini berkaitan dengan ketegangan antar-lembaga menyusul penggeledahan oleh Polri. Namun, pihak TNI segera memberikan klarifikasi resmi.
TNI membantah penjagaan tersebut terkait dengan langkah hukum Polri. Pengamanan tersebut murni berdasarkan permintaan resmi dari Kejaksaan Agung dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Dasar hukumnya jelas, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 yang mengatur tentang perlindungan terhadap jaksa dalam menjalankan tugas-tugas berisiko tinggi.
Tag
Berita Terkait
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok