- Presiden Prabowo Subianto meminta warga pesimistis meninggalkan Indonesia saat pidato Hari Koperasi di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
- Pakar komunikasi menilai gaya pidato provokatif tersebut efektif membangun optimisme nasional namun berisiko memicu polarisasi di masyarakat.
- Pernyataan tersebut dikhawatirkan membungkam nalar kritis warga serta berpotensi menjadi bumerang politik jika disalahartikan di media sosial.
Tanpa adanya konfirmasi dan kontekstualisasi yang komprehensif dari pihak istana, potongan pidato tersebut justru berpotensi menjadi bumerang politik.
"Di era media sosial, pesan yang provokatif mudah sekali menjadi viral, tapi juga mudah dipelintir menjadi 'tidak boleh kritik' atau 'keluar saja kalau tidak suka'. Ini bisa menimbulkan efek boomerang jika tidak diimbangi dengan penjelasan yang lebih mendalam," ucapnya.
Pada akhirnya, kata Fajar, ujian utama dari sebuah komunikasi kepala negara tidak terletak pada seberapa riuh sorak-sorai dari para pendukung setianya. Melainkan pada kemampuannya merangkul seluruh elemen bangsa yang masih diliputi keraguan.
"Komunikasi kepresidenan yang hebat bukan hanya mampu menggerakkan pendukung, melainkan juga mampu menyapa dan mengajak mereka yang ragu-ragu. Optimisme harus dibarengi dengan ruang mendengar, dialog yang terbuka, serta bukti konkret kemajuan agar pesan ini tidak hanya menggema, tapi benar-benar menyatukan," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Diplomasi Candi: Apa Rahasia di Balik Pertemuan Prabowo Subianto dan Narendra Modi?
-
Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD
-
Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?
-
Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup
-
Lebih Cepat di Kejagung, Yusril Ungkap Alasan Berkas Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan
-
RUU Perampasan Aset Berpotensi Dirombak, DPR Bahas Pembentukan Lembaga Khusus
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Habiburokhman Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Sangat Urgen: Akan Kami Cek, Ditahan Apa Belum
-
Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku
-
Kapolri Datangi Kejagung Usai Polemik Kasus Febrie Adriansyah, Tegaskan Tak Ada Konflik
-
Tangis Pecah di DPR, Ibu Santri Korban Pembakaran Ungkap Ancaman Sebelum Anaknya Tewas
-
BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan