News / Metropolitan
Senin, 13 Juli 2026 | 19:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Pramono mengimbau warga menyampaikan data jujur saat Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta, Senin (13/7/2026).
  • Data jujur masyarakat akan menjadi acuan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan dan penentuan penerima bantuan sosial.
  • Pemprov DKI Jakarta melalui seluruh jajaran wilayah diminta mengedukasi warga agar terbuka dalam memberikan informasi kondisi ekonomi mereka.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau seluruh warga Jakarta untuk menyampaikan data yang sebenarnya saat mengikuti Sensus Ekonomi 2026.

Imbauan itu disampaikan Pramono dalam acara pencanangan Sensus Ekonomi Tahun 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Senin (13/7/2026).

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan pentingnya kejujuran warga saat proses sensus berlangsung.

"Saya mengimbau bagi warga Jakarta di mana pun, kapan pun yang kemudian disensus, untuk menyampaikan apa adanya," ujar orang nomor satu di ibu kota saat ini.

Menurut Pramono, data yang jujur dari masyarakat akan menjadi acuan penting bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan, termasuk soal penentuan penerima bantuan sosial (bansos) yang selama ini kerap menjadi perdebatan panjang di internal Balai Kota terkait penggolongan desil ekonomi warga.

Ia meminta warga tidak menutup-nutupi kondisi ekonomi mereka yang sebenarnya kepada petugas sensus.

"Jangan tertutup, lebih baik disampaikan. Susah ya susah, senang ya senang, kaya ya kaya, miskin ya miskin, gitu," lanjut eks Sekretaris Kabinet itu.

Petugas Sensus Ekonomi (bps.go.id)

Pramono menyebut data hasil sensus akan digunakan sebagai referensi utama dalam berbagai pengambilan keputusan pembangunan Jakarta ke depan.

"Kata kuncinya, kalau sensus ini mau berhasil, maka masyarakatnya juga harus dilakukan edukasi dan harus terbuka untuk menyampaikan apa adanya," imbau sang politisi senior lagi.

Baca Juga: Respons Pramono Soal Tiga Pekerja Proyek Air Bersih Tewas: Bukan Tanggung Jawab Langsung PAM Jaya

Untuk itu, Pramono meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kota/kabupaten turut terlibat langsung mengedukasi warga soal sensus ini.

Di akhir sambutannya, Pramono menyampaikan harapan agar Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan data yang benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat Jakarta.

"Sehingga dengan demikian, kami semua akan terbantu di dalam pengambilan keputusan menggunakan data yang benar, data yang kompetitif, data yang betul-betul mencerminkan, merefleksikan keadaan masyarakat yang sebenarnya," pungkas politisi PDIP tersebut.

Load More