Suara.com - Harga murah sering kali menjadi alasan utama seseorang melirik mobil bekas, mobil bekas banjir atau bekas tabrakan. Selisih harga yang bisa mencapai puluhan juta rupiah memang terlihat menggiurkan, terutama bagi pembeli dengan anggaran terbatas.
Namun sebelum membeli, sebaiknya pertimbangkan masak-masak, tanyakan ke diri sendiri mobil bekas banjir apakah aman dibeli?
Beragam informasi yang memberitahukan berbagai alasan di balik banderol rendah tersebut dikumpulkan lebih dulu. Jadikan itu sebagai pertimbangan matang. Sebab, membeli mobil bekas banjir terdapat risiko besar yang perlu dipertimbangkan.
Mobil bekas banjir apakah aman dibeli? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, karena ada banyak faktor penting yang wajib dipahami sebelum memutuskan membeli.
Sebagai perbandingan matang, mari kita bahas dulu mobil bekas banjir vs mobil bekas tabrakan. Pada dasarnya, setiap mobil bekas pasti memiliki penurunan kualitas dibandingkan mobil baru.
Namun, mobil yang pernah terkena banjir atau mengalami tabrakan memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi.
Menurut situs resmi Suzuki, mobil bekas banjir umumnya mengalami masalah pada mesin dan sistem kelistrikan akibat terendam air. Sementara itu, mobil bekas tabrakan lebih sering menunjukkan kerusakan pada bodi dan struktur eksterior akibat benturan keras.
Meski kerusakan mobil bekas tabrakan biasanya lebih mudah terlihat, mobil bekas banjir justru sering menyimpan masalah tersembunyi.
Kerusakan akibat air dapat muncul secara perlahan dan sulit dideteksi, sehingga berpotensi menimbulkan biaya perbaikan besar di kemudian hari. Oleh karenanya, perlu pahami resiko membeli mobil bekas banjir sampai ke akar-akarnya.
Baca Juga: 5 Ciri-ciri Mobil Bekas yang Tidak Layak Beli, Bodi Kinclong dan Harga Bukan Jaminan
Risiko Membeli Mobil Bekas Banjir
Sebelum tergiur harga murah, berikut sejumlah risiko yang perlu Anda perhatikan jika ingin membeli mobil bekas banjir.
1. Kerusakan Mesin yang Serius
Air yang masuk ke ruang mesin dapat merusak komponen vital seperti piston, sistem pembakaran, hingga transmisi. Salah satu dampak terburuk adalah water hammer, yaitu kondisi ketika air masuk ke dalam silinder dan menyebabkan mesin macet atau rusak total. Perbaikan kerusakan ini membutuhkan biaya yang sangat mahal.
2. Gangguan Sistem Kelistrikan
Sistem kelistrikan menjadi bagian paling rentan ketika mobil terendam banjir. Komponen seperti ECU, sensor, dan kabel listrik berisiko mengalami korsleting. Dampaknya bisa merembet ke berbagai fungsi mobil, mulai dari AC, lampu, sistem audio, hingga panel indikator.
Berita Terkait
-
5 Ciri-ciri Mobil Bekas yang Tidak Layak Beli, Bodi Kinclong dan Harga Bukan Jaminan
-
Apa Itu Toyota Rule 1:6:90? Strategi Cerdas Menghadapi EV?
-
7 Mobil Bekas dengan Pajak Murah Dibawah Rp1 Juta, Mesin Tangguh Minim Biaya Perawatan
-
5 Mobil Bekas dengan Nilai Depresiasi Rendah, Anti Rugi untuk Pemakaian Lama
-
Mobil Bekas Fortuner 2016, Masih Nyaman dan Sepadan dengan Harganya?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Adu Kreatif Honda Modif Contest 2026 Sambangi Sembilan Kota Besar di Indonesia
-
Changan Indonesia Akui Kendala Suplai dan Harga Hambat Laju Penjualan Changan Lumin
-
Mobil Listrik Mirip Honda Prelude Ini Harganya Selisih Jauh, Kok Bisa?
-
6 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater Murah Terbaik untuk Pemula
-
Solusi Murah Motor Sport 250cc: 5 Pilihan Bekas Lebih Terjangkau dari Scoopy Baru
-
Strategi Changan Dongkrak Penjualan di Indonesia Sebagai Pendatang Baru
-
Krisis Kapal Pengangkut Paksa Produsen Mobil China Gunakan Strategi Darurat demi Ekspor Global
-
Rating Keselamatan Bintang Lima Bukan Jaminan Aman dari Bahaya Tabrak Belakang
-
5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar
-
Intip Pesona Motor Listrik Mungil dari Yamaha: Cocok Gantikan BeAT, Jarak Tempuh 83 Km