Otomotif / Autoseleb
Kamis, 08 Januari 2026 | 11:42 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. [Suara.com/Novian]

Suara.com - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan Kantor Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan pada Rabu (7/1/2026). Penyidik Kejagung berupaya melakukan pencocokan data terkait perubahan fungsi kawasan hutan, khususnya kawasan hutan lindung.

Kabar penggeledahan ini membuat mata publik tertuju pada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

Bahkan sebelum ada kabar penggeledahan, Raja Juli Antoni sudah menjadi sorotan tajam publik selama dalam beberapa waktu terakhir seiring bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan menelan ratusan korban jiwa.

Situasi tersebut memicu kritik luas terhadap kinerja Kementerian Kehutanan yang dinilai gagal mengelola tata kelola hutan dan lingkungan secara optimal.

Sorotan publik semakin menguat setelah muncul kabar penggeledahan di kantor Kementerian Kehutanan. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan penelusuran dokumen dan kebijakan yang diduga beririsan dengan persoalan alih fungsi lahan, perizinan kehutanan, serta lemahnya pengawasan kawasan hutan.

Meski belum merinci hasil resmi penggeledahan, peristiwa ini memperbesar tekanan politik terhadap Raja Juli Antoni sebagai pimpinan tertinggi kementerian tersebut.

Kritik terbuka datang dari Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin. Ia secara tegas meminta Raja Juli Antoni mundur dari jabatannya sebagai Menhut.

Menurut Usman, rangkaian bencana ekologis yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari kebijakan kehutanan yang dianggap abai terhadap aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Menanggapi desakan tersebut, Raja Juli Antoni menyatakan siap dievaluasi. Ia menegaskan bahwa posisinya sebagai menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden. 

Baca Juga: Alasan Toyota Innova Zenix Hybrid Jadi Raja MPV Premium Masa Kini

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga mengaku menerima kritik masyarakat dan netizen sebagai bentuk aspirasi yang akan dijadikan bahan perbaikan.

Dalam pernyataannya, Raja Juli menegaskan ingin tetap fokus bekerja di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah.

Kekayaan dan Koleksi Kendaraan Raja Juli Antoni

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (Ist)

Di luar polemik kinerja dan isu penggeledahan kantor Kemenhut, publik juga menyoroti sisi lain dari Raja Juli Antoni, khususnya terkait harta kekayaan yang dimilikinya.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Raja Juli Antoni melaporkan total kekayaan sebesar Rp11,25 miliar untuk periode 2024, yang dilaporkan pada 16 Januari 2025.

Jika dirinci, porsi terbesar kekayaan Raja Juli Antoni berasal dari aset tanah dan bangunan. Total nilai aset properti yang dimilikinya mencapai Rp8,72 miliar.

Aset tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis, seperti Bekasi, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan. Beberapa di antaranya berupa rumah tinggal, apartemen, serta bidang tanah dengan luas bervariasi.

Rincian aset tanah dan bangunan tersebut antara lain tanah dan bangunan seluas 570 meter persegi dengan bangunan 240 meter persegi di Bekasi senilai lebih dari Rp1,5 miliar.

Di Tangerang Selatan, Raja Juli memiliki sejumlah aset bernilai tinggi, termasuk tanah seluas 347 meter persegi senilai hampir Rp2 miliar serta beberapa unit rumah dengan nilai di atas Rp1 miliar per unit.

Selain itu, terdapat pula aset berupa bangunan dan apartemen di Jakarta Selatan.

Selain properti, Raja Juli Antoni juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan nilai total sekitar Rp543 juta.

Ilustrasi SUV murah Nissan X-Trail dengan Ground Clearance tinggi dalam jalanan terjal. (OLX, Google AI)

Di garasi rumahnya, tercatat tiga unit mobil dan satu sepeda motor. Koleksi mobil tersebut terdiri dari:

  • Nissan X-Trail keluaran 2014 senilai sekitar Rp140 juta.
  • Ford Fiesta tahun 2014 senilai Rp90 juta.
  • Toyota Kijang Innova tahun 2018 dengan nilai paling tinggi sekitar Rp310 juta..
  • Satu unit motor Honda Supra Fit keluaran 2005 ditaksir bernilai Rp3,2 juta.

Toyota Kijang Innova 2018 yang dimiliki Raja Juli Antoni diketahui merupakan generasi Innova Reborn. Mobil MPV tujuh penumpang ini sempat menjadi andalan Toyota di segmen keluarga.

Innova Reborn dibekali dua pilihan mesin, yakni bensin 2.000 cc dan diesel 2.400 cc, dengan opsi transmisi manual maupun otomatis serta penggerak roda belakang.

Varian diesel dikenal memiliki tenaga hingga 149 PS dengan torsi besar mencapai 400 Nm, sementara mesin bensin menghasilkan tenaga 139 PS.

Dalam laporan LHKPN, Raja Juli Antoni juga mencantumkan harta bergerak lainnya senilai Rp681,75 juta, surat berharga sebesar Rp86 juta, serta kas dan setara kas yang nilainya mencapai Rp1,48 miliar hingga Rp3,10 miliar, tergantung periode pelaporan.

Di sisi lain, ia juga memiliki utang yang tercatat mencapai sekitar Rp1,88 miliar hingga Rp1,94 miliar.

Jika dihitung secara keseluruhan, total harta Raja Juli Antoni mencapai Rp10,84 miliar. Setelah dikurangi utang, total kekayaan bersihnya berada di angka Rp8,89 miliar.

Demikian itu hal yang menjadi sorotan dari Raja Juli Antoni. Ia sendiri bukan sosok baru di dunia politik nasional.

Pria kelahiran Riau, 13 Juli 1977 ini telah lama berkiprah di panggung politik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN sejak Juni 2022.

Sebelumnya, Raja Juli juga sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR pada Pemilu 2009 serta aktif membangun PSI dengan membawa narasi politik inklusif, antikorupsi, dan transparansi.

Kepercayaan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuknya sebagai Menteri Kehutanan periode 2024–2029 kini diuji oleh berbagai polemik, mulai dari bencana lingkungan hingga sorotan terhadap integritas dan kekayaannya. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More