Otomotif / Mobil
Senin, 20 April 2026 | 18:35 WIB
Toyota Indonesia bekerja sama dengan produsen baterai CATL melalui investasi Rp 1,3 triliun guna memperkuat ekosistem kendaraan elektrifikasi dan ekspor baterai global. (Foto: TMMIN)
Baca 10 detik
  • PT TMMIN menjalin kemitraan strategis dengan CATL melalui investasi Rp1,3 triliun untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
  • Kolaborasi ini memproduksi sel dan modul baterai secara lokal untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif menuju netralitas karbon.
  • TMMIN dijadwalkan mulai mengekspor baterai pada paruh kedua 2026 guna meningkatkan nilai tambah dan menekan ketergantungan impor nasional.

Suara.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjalin kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) untuk mengembangkan baterai kendaraan elektrifikasi di tanah air. Melalui kolaborasi ini TMMIN menggelontorkan investasi senilai Rp 1,3 triliun demi memperkuat ekosistem industri otomotif dari hulu hingga hilir.

Langkah ini menjadi bagian dari total investasi Toyota di Indonesia yang telah mencapai Rp 100 triliun selama 55 tahun. Inisiatif tersebut juga mendukung percepatan transisi netralitas karbon melalui pendekatan berbagai teknologi mulai dari mobil hybrid hingga kendaraan listrik murni yang sesuai dengan kebutuhan pasar domestik maupun mancanegara.

“Saat ini TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh. Komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, nantinya akan di produksi oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya akan memperbesar investasi, tetapi juga mendukung inisiatif multipathway Toyota menuju netralitas karbon melalui penguatan rantai pasok lokal," kata Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, Senin (20/4/2026).

TMMIN juga mencatat sejarah sebagai anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang akan mengekspor baterai mulai paruh kedua tahun 2026. Hal ini diharapkan mampu menekan ketergantungan impor dan meningkatkan neraca perdagangan nasional melalui pengiriman komponen bernilai tambah tinggi ke pasar global.

“Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV. Dengan demikian, selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN juga meningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri,” ucap Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam.

Berdasarkan data GAIKINDO sepanjang 2025 penjualan kendaraan elektrifikasi tumbuh 71 persen dengan segmen mobil hybrid menjadi kontributor utama mencapai 76,5 persen dari total produksi nasional.

Load More