PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS- Wynne Frederica Dico antusias mengikuti Kuali Ambyar, Lomba Memasak Soto Sokaraja, yang digelar di GOR Satria Banyumas, Sabtu (12/5/2023).
Terlebih, soto Sokaraja menjadi makanan kesukaannya.
Sehari sebelum lomba, artis yang sekarang sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal ini bahkan seharian tiga kali makan sroto, sebutan soto Sokaraja.
Sebelumnya juga dia sempat berlatih pada malam hari, mengingat kesibukan yang dilakoni setiap hari.
“Bismillah siap. Kemarin selama di Purwokerto, sehari makan tiga kali sroto. Memang aku suka banget dan kebetulan salah satu jago sroto itu sepupu aku. Ini salah satu makanan favorit aku. Seneng banget bisa lomba masak sroto,” ungkapnya, di sela-sela lomba.
Lomba kali ini memang istimewa. Pasalnya, sebagian besar pesertanya adalah istri kepala daerah di Jawa Tengah.
Namun, hal itu tak mengurangi semangat Shofiati Subuh, Ketua Pokja III TP PKK Brebes. Dia mendadak menggantikan Plt Ketua karena tengah berduka cita.
Ditemani partnernya Rose Kusuma Ningrum, keduanya bersinergi menciptakan rasa Soto Sokaraja.
Mereka menyiapkan tiga mangkuk soto dengan toping atau taburan, yakni soto dengan taburan daging ayam, soto dengan taburan daging sapi, dan soto taburan daging blengong.
Baca Juga: Pekerja BTS yang Disandera Sudah Lepas dari KKB, Begini Keterangan Kapolda Papua
“Khasnya Banyumas itu kan ada soto daging, sama soto ayam. Berhubung kami dari Brebes. Brebes itu terkenal dengan daging blengong. Olahan blengong itu perkawinan bebek dan mentok. Saya padukan itu. Saya bikin tiga topping. Di mangkuk itu ada daging (sapi), ayam dan blengong,” kata Shofiati, di lokasi acara lomba
Soto khas Banyumas itu disajikan dengan sambal kacang, serta remahan kerupuk dengan isian daging ayam, sapi, dan suun.
Bagi penggemar makanan soto, Shofiati meyakini jika racikannya telah menyerupai Soto Sokaraja. Alhasil, tim ini benar-benar membuat juri memutuskan menjadi juara lomba.
“Alhamdulillah juri senang dengan masakan saya,” ucapnya terharu.
Tim PKK Brebes ini berhasil meraih prestasi membanggakan di even yang diikuti kota dan kabupaten se-Jateng itu.
Dia merasa senang atas capaian yang tak mudah diraih tersebut.
Berita Terkait
-
Jadi Netizen Bijak dan Berakhlak Mulia Bersama Kemenkominfo, Literasi Digital dan Gebyar Budaya di Cilacap
-
Buntut Konflik Internal, Lima Kader Nasdem Purbalingga Log Out dan Nyaleg Lewat Gerindra
-
Belajar dari Kasus Inara Rusli yang Melaporkan Sang Suami Begini Arti Klarifikasi Laporan dalam Hukum Indonesia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar