Ranah - Tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) mendaftar menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang. Ketiga ASN tersebut mendaftar setelah Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Kota Padang kembali membuka pendaftaran.
Seleksi terbuka jabatan Sekda Kota Padang tersebut sudah dibuka sejak 22 April sampai 28 April 2022 lalu.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang Arfian mengatakan, ketiga ASN yang mendaftar jadi Sekda tersebut semuanya berasal dari luar Kota Padang.
"Hingga penutupan hanya tiga orang ASN yang mendaftar. Tiga ASN tersebut berasal dari ASN Pemprov Sumbar, ASN Padang Panjang dan ASN Solok," ujar Arfian dalam keterangan tertulis Pemko Padang, Sabtu (7/5/2022).
Arfian menambahkan, bahwa rencananya hasil seleksi administrasi sekda akan diumumkan pada 10 Mei 2022 mendatang.
"Apabila ketiga ASN tersebut dianggap memenuhi syarat, ketiganya melenggang ke tahap selanjutnya," beber Arfian.
Ia mengungkapkan, bahwa untuk calon yang lolos administrasi bakal mengikuti serangkaian proses seleksi selanjutnya.
"Menurut jadwal, proses seleksi akan berlangsung hingga 23 Mei 2022," tutur Arfian.
Sebelumnya, seleksi pertama jabatan sekda dibuka pada 25 Februari 2022. Namun hingga hari terakhir pendaftaran pada 7 Maret 2022 tidak ada satupun peserta yang mendaftar.
Kemudian diperpanjang hingga 10 Maret karena tidak ada pendaftar. Namun setelah perpanjangan berakhir, tetap tidak ada juga yang mendaftar.
DPRD Kota Padang pun mempertanyakan persoalan tidak adanya yang mendaftar jadi Sekda di ibu kota Provinsi Sumbar itu. Padahal, jadwal pendaftaran juga telah diperpanjang.
DPRD Padang juga telah memanggil Pemerintah Kota (Pemko) dan Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Kota Padang pada 23 Maret 2022 lalu.
Namun, yang hadir dalam rapat yang digelar Komisi I DPRD Padang itu hanya dihadiri Pj Sekda Kota Padang, Fitriati. Sementara Ketua Pansel absen.
Dalam rapat itu, Ketua Komisi I DPRD Padang, Djunaidy Hendri mempertanyakan kepada Pj Sekda Padang kenapa tidak ada yang mendaftar jadi Sekda dalam seleksi terbuka hingga masa pendaftaran ditutup.
“Saya bertanya kepada Ibu Pj Sekda, kenapa hingga penutupan pendaftaran tidak ada yang berminat mengikuti seleksi terbuka sebagai Sekda Kota Padang?,” tanya Djunaidy kepada Fitriati.
Berita Terkait
-
Rincian Besaran Gaji Ke-13 Pegawai Non-ASN 2026 Berdasarkan Jenjang Pendidikan
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ni Luh Djelantik Sentil Keras I Wayan Koster, Kritik Gubernur Bali Minim Empati
-
Waga non Kaltim Tak Boleh Nyinyiri Rudy Mas'ud, Pakar Komunikasi: Fenomena Defensif
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Warga Luar Kaltim Dilarang Mengkritik, Akademisi: Pernyataan Terlalu Sempit
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Lebaran Terakhir di Tuban Sebelum Gugur di Langit Kalimantan: Sosok Kapten Marindra di Mata Warga
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal