/
Senin, 19 Desember 2022 | 20:15 WIB
Bakal calon Presiden RI Anies Baswedan membagikan kisahnya saat menyambangi Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Kamis (24/11/2022) kemarin. (Foto dok. ist/ IG @aniesbaswedan)

Memasuki tahun politik, perang pernyataan sejumlah politisi semakin terasa, salah satunya seperti yang diutarakan politisi PDIP yang juga anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Gilbert menanggapi perihal pencalonan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang non partai diusung oleh Nasdem sebagai bakal calon presiden 2024. 

Menurutnya, sikap Nasdem tersebut merupakan kegagalan sebuah partai dimana tidak mampu mencalonkan kadernya.

"Adalah partai gagal mencalonkan orang lain yang bukan kadernya untuk menjadi calon presiden," ujar Gilbert Simanjuntak pada tayangan Kanal YouTube Indonesia Lawyers Club dikutip pada Senin, (19/12/2022).

Gilbert menegaskan, bahwa tujuan didirikannya sebuah partai adalah mampu menghadirkan kadernya untuk tampil sebagai calon presiden bukan dari luar partai. 

"Buat apa partai politik? Buat apa dana pembinaan yang diterima dari pemerintah?" tanyanya.

Politisi kelahiran Tarutung, Sumatera Utara tersebut juga membantah bahwa partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri takut. Pasalnya hingga kini partai yang identik dengan logo banteng moncong putih belum juga menyodorkan nama calon presiden berikutnya.

Menurutnya PDIP saat ini sedang menunggu momen yang tapat untuk mengumumkan siapa estafet kepemimpinan di tanah air selepas Presiden Joko Widodo menjabat.

"Tidak pernah kami mengatakan PDIP belum berani, hanya menunggu momen," tuturnya.

Sementara itu Politisi senior Nasdem Bestari Barus mengungkapkan alasan partainya mengusung Anies Baswedan untuk maju ke pentas politik nasional ketimbang kadernya sendiri.

Baca Juga: Jokowi Disarankan Pensiun dengan Husnul Khotimah, Bukan Sibuk Rekrut Capres

Menurutnya dengan begitu Nasdem memperlihatkan cara berpolitik yang lebih modern karena mengusung calon presiden dari luar partai dengan memberikan kesempatan kepada anak bangsa.

"Inilah bedanya partai modern dan ekslusif. Ketika kita memberi ruang kepada orang yang bukan petugas partai, anak muda yang tidak pernah berpartai kemudian bisa dicalonkan menjadi pemimpin baik itu DPR, DPRD, Walikota, Bupati, lebih baik mencari dari lingkaran kecil itu," jelasnya.

"Saya kira kita memberikan kesempatan buat anak bangsa untuk maju mendapat kesempatan," sambungnya.

Bestari juga menegaskan bahwa calon presiden yang diusung partainya Anies Baswedan jauh lebih berani untuk dicalonkan dan mencalonkan bila dibandingkan dengan PDIP yang masih berdiam diri.

"Ini pemberani betul pak, saking beraninya sekarang saja sudah dicalonkan dia berani, PDIP enggak berani-berani mencalonkan siapa pun," katanya.

Seperti diketahui mantan gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan resmi diusung partai besutan Surya Paloh pada 3 Oktober 2022 lalu di Nasdem Tower, Jakarta Selatan. Saat itu Surya Paloh menyebutkan bahwa Anies Baswedan merupakan tokoh yang terbaik dari yang terbaik.

Load More