Sosok Dato Sri Tahir menjadi perbincangan usai terungkap sebagai tamu undangan yang memberikan amplop kondangan Rp1 miliar ke Hotman Paris. Lantas, siapa Dato Sri Tahir?
Isi amplop kondangan Dato Sri Tahir diungkap langsung oleh Hotman Paris. Pengacara kondang itu mendapat amplop tersebut ketika menggelar pesta pernikahan anak bungsunya, Fritz Hutapea, pada Sabtu (16/9/2023).
Informas seputar Dato Sri Tahir pun turut dibahas di dunia maya. Yuk, kenalan dengan sosok onglomerat ini melalui ulasan profil dan biodata Dato Sri Tahir berikut ini.
Profil dan Biodata Dato Sri Tahir
Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir MBA dulunya memiliki nama Ang Tjoen Ming, lahir pada 26 Maret 1952. Dato Sri Tahir merupakan seorang pengusaha di Indonesia, tidak hanya itu, ia juga merupakan seorang investor, filantropis, sekaligus seorang pendiri dari Mayapada Group, sebuah holding company yang saat ini memiliki beberapa unit usaha di Indonesia.
Unit usahanya tersebut meliputi perbankan, media cetak, dan TV berbayar, properti, rumah sakit, dan rantai toko bebas pajak (duty free shopping) atau DFS. Dato juga terkenal karena ia mampu menjadi orang terkaya, berada di peringkat ke-12 di Indonesia, ia merupakan seorang filantropis yang mampu menyumbangkan US$ 75 Juta untuk bidang kesehatan.
Kekayaan Dato Sri Tahir
Dato Sri Tahir menjadi orang paling kaya ke-10 di Indonesia. Sementara menurut Forbers Billionaries, ia masuk peringkat 569 dunia. Hal ini didasarkan pada harta kekayaannya yang mencapai 4,2 miliar USD atau sekitar Rp62,9 triliun. Beberapa bulan lalu, ia kerap disorot.
Sebab, sebagai pemegang saham pengendali, Dato Sri Tahir menyumbangkan dana sebesar Rp3 triliun untuk PT Bank Mayapada Tbk. Hal itu diberikan sang konglomerat pada Juni 2023 lalu dengan maksud untuk memperkuat permodalan bank.
Baca Juga: Biodata dan Agama Nicholas Sean: Anak Ahok Dulu Ogah Pacaran, Kini Pacari Vietyana Chloe
Adapun kekayaan itu diperoleh dari usaha yang ia dirikan, termasuk Bank Mayapada. Selain di bidang perbankan, Tahir juga menjalani bisnis di berbagai sektor lainnya. Sebut saja tekstil, otomotif, kesehatan, retail, asuransi, real estate, hingga media turut ia geluti.
Kekayaan keluarga Tahir itu bahkan turut dituai dari anak-anaknya. Bagaimana tidak, semuanya tengah menduduki jabatan mentereng. Pertama, ada Grace yang menjabat Direktur RS Mayapada, CEO Medico, hingga Komisaris Utama di perusahaan Maha Properti Indonesia. (Syifa Khoerunnisa)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Kolombia dan Para Seniman Lapangan Hijau