SuaraTasikmalaya.id - Kuat Maruf sebagai terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J bertemu dengan keluarga dan orang tua korban. Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (2/11/2022), ia meminta maaf.
Sidang ini mempertemukan antara Kuat Maruf dengan keluarga Brigadir J secara perdana di ruang sidang. Kuat hadir sebagai salah satu terdakwa pembunuhan berencana sedangkan keluarga serta orang tua Yosua hadir sebagai saksi.
Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Kuat Maruf hadir di ruang sidang bersama Ricky di kursi terdakwa. Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak selaku orang tua korban duduk di kursi saksi.
Sidang kasus pembunuhan ini menjerat Richard Eliezer, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan juga Ricky Rizal dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Ancamannya bisa sampai pidana mati.
Terdakwa Kuat menyatakan di hadapan orang tua Brigadir J bahwa ia tidak pernah berniat melakukan pembunuhan berencana. Dalam kesaksiannya, ia mengucapkan bela sungkawa dan bersumpah.
"Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Yosua dan semoga almarhum Yosua diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga besar diberi ketabahan dan kesabaran", ungkap Kuat Maruf.
Bersumpah atas nama Allah, Kuat juga menyatakan pasrah dengan keputusan pengadilan kasus pembunuhan ini.
"Saya berharap biar proses pengadilan yang menentukan salah atau tidaknya saya. Karena demi Allah saya tidak ada niat seperti yang didakwakan kepada saya", lanjutnya. (*)
Rosti Simanjuntak selaku orang tua korban menyemprot Kuat yang meminta maaf di ruang sidang namun menghabisi nyawa anaknya beberapa bulan lalu.
"Di sini bilang minta maaf, sesudah anakku hampir 5 bulan, tewas di tangan kalian semua. Sungguh luar biasa kalian sebagai manusia, yang memiliki hati nurani”, ungkap Rosti sembari menangis.
Lebih lanjut, Rosti menyebutkan bahwa ia dan para terdakwa khususnya Kuat adalah sama – sama ciptaan Tuhan, namun para terdakwa baru saat ini saja meminta maaf dan sadar akan kesalahan mereka. (*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Amarah Ibu Brigadir J Tak Terbendung Usir Hendra Kurniawan, Cerita 11 Juli Lalu Keluarga Yosua Diperlakukan bak Teroris!
-
Soroti Permintaan Maaf Ferdy Sambo, Pakar Mikro Ekspresi Heran dan Bongkar Hal ini
-
Fakta Hubungan Keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Tak Tinggal Serumah dan Ajudan Putri Semuanya Laki Laki
-
Kesaksian Adzan Romer Todong Pistol ke Ferdy Sambo usai Penembakan Brigadir J: Angkat Tangan!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Road Trip Trans Kalimantan: 5 Barang Wajib agar Mobil Tak Tumbang di Tengah Hutan
-
Enam Bulan Pascabencana, Warga Padang Pariaman Masih Sebrangi Sungai dengan Rakit
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Perasaan Ganjal Bunga Zainal hingga Badan Terasa Gatal Sebelum sang Ayah Meninggal
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Pensiunan ASN Kini Tak Perlu Antre Lama, Ini Kemudahan Baru dari Bank Sumsel Babel
-
Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?
-
Normalisasi Drainase Pasar Kemis, 261 Bangunan Liar Ditertibkan