-
KAGAMA HSE menggelar seminar nasional terkait pemulihan lingkungan serta penanggulangan bencana.
-
Aturan mewajibkan perusahaan menanam minimal 40 persen jenis pohon lokal.
-
Pohon lokal seperti Ulin dan Eboni efektif pulihkan ekosistem tambang.
"Kemudian satwa liar akan kembali rata-rata setelah umur tanaman reklamasi 10 tahun ke atas karena nanti semak belukarnya itu akan kembali. Kalau di sekitarnya itu memang hutannya masih baik maka satwa tadi akan kembali. Nah ini contohnya bapak-ibu sekalian jadi awalnya memang kalau baru reklamasi ya tidak menarik begini ya hanya sengon gitu. Tapi nanti setelah itu akan ditanami dengan jenis-jenis lokalnya ada Kapur, ada Ulin, dan sebagainya," kata Irdika Mansur pada Seminar Nasional Kagama HSE 2026, Kamis (4/6/2026).
Ia mengunggah contoh lahan bekas tambang yang sudah berhasil ditanami beberapa jenis pohon tertentu (gambar tersemat pada bodi artikel).
Kamera tersembunyi memperlihatkan hewan-hewan yang kembali ke lahan yang telah dipulihkan.
Untuk sepenuhnya pulih, prosesnya membutuhkan waktu lama dari 10 hingga puluhan tahun.
Selain pemulihan hutan, terdapat berbagai model reklamasi inovatif lain seperti pembangunan kawasan perumahan, pariwisata, serta pemanfaatan kolam bekas tambang (void) untuk perikanan dan energi terbarukan.
Integrasi sektor pertanian dan peternakan melalui sistem silvopastura serta agroforestry kakao juga menjadi solusi produktif untuk mengubah lahan bekas tambang menjadi investasi yang berkelanjutan.
Perusahaan tambang diharapkan menaati peraturan serta mengoptimalkan pemulihan lahan agar bekas industri manusia tak menjadi bencana bagi ekosistem sekitar.
Berita Terkait
-
Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional
-
Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam
-
Diduga Tewas Saat Curi Mangga, Keluarga Pelaku Serang Rumah Pemilik Pohon di Bontang
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi