Tekno / Sains
Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:28 WIB
Drone Antigravity A1 yang mengabadikan Borobudur. [Antigravity]
Baca 10 detik
  • Candi Borobudur kini didokumentasikan secara digital menggunakan teknologi drone 360.
  • Pemetaan spasial ini mengombinasikan teknologi drone 360 dan sistem kecerdasan buatan.
  • Rekaman lewat teknologi drone 360 menjadi arsip jangka panjang UNESCO.

"Melalui Project ETERNAL ini, kami berharap warisan seperti ini dapat terus dilestarikan dalam bentuk digital dan diwariskan kepada generasi mendatang," tambahnya.

Sebagai salah satu situs Warisan Dunia UNESCO, candi ini terus menghadapi tantangan kelestarian yang cukup masif dari waktu ke waktu.

Beberapa ancaman nyata yang dihadapi meliputi proses pelapukan batuan alami hingga ancaman aktivitas vulkanik dari gunung berapi di sekitarnya.

Pemerintah dan pengelola juga terus memperketat regulasi kunjungan wisatawan demi menjaga keutuhan jangka panjang dari struktur bangunan kuno tersebut.

Oleh karena itu, kehadiran teknologi perekaman ruang ini diharapkan mampu menghadirkan arsip digital yang dapat diakses secara luas tanpa merusak candi.

Inovasi Pemindaian Ruang Generasi Baru

Drone Antigravity A1 yang mengabadikan Borobudur. [Antigravity]

Teknologi 3D Gaussian Splatting sendiri mulai banyak diadopsi dalam pengembangan ekosistem spatial computing global saat ini.

Metode ini mampu menghasilkan model digital spasial dengan tingkat akurasi tinggi serta proses rendering real-time yang jauh lebih ringan.

Penggunaan drone khusus berdesain ringan seperti Antigravity A1 terbukti membuat proses pengumpulan data spasial menjadi jauh lebih efisien.

Kemampuan pemindaian panorama secara menyeluruh mempermudah rekonstruksi digital objek arsitektur berskala besar dalam waktu yang relatif singkat.

Sissi Chen, selaku Japac Antigravity Marketing Manager, turut memberikan penjelasan mengenai potensi besar dari pemanfaatan teknologi visual imersif ini.

Menurutnya, inovasi ini dapat mengubah cara manusia berinteraksi dengan sejarah masa lalu secara lebih mendalam.

"Dengan perkembangan drone 360° dan teknologi Gaussian Splatting, kami percaya terobosan ini dapat membantu mendokumentasikan sekaligus merasakan kembali ruang-ruang bersejarah secara lebih nyata," kata Sissi Chen.

Load More