/
Senin, 19 September 2022 | 07:50 WIB
Kolase foto lima tersangka dugaan pembunuhan Brigadir J. Bharada E, Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, Bripka RR, dan Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo. (polri tv)

"Terbukti ketika saya ke daerah dari anak-anak sampai dewasa," kata dia menceritakan pengalamannya.

Bukan itu saja, dia pun merasakan bagaimana mereka yang berbeda baik berkerudung atau tidak, memeluk dirinya dan mengatakan terima kasih atas perjuangan yang saat ini sedang dilakukan.

"Baik yang tidak berkerudung sampai yang berkerudung, semua tak ada malu-malu memeluk saya, memeluk dan mengatakan terimakasih," ucapnya lagi. 

Merasakan itu semua, Komaruddin Simanjuntak lantas menilai jika semua orang Indonesia ini baik dan rindu negara menjadi lebih baik lagi, namun kurang kompak.

"Artinya mereka rindu Indonesia ini negara yang baik tetapi kita kurang kompak untuk memperbaiki negara ini oleh karena itu kita harus kompak," ucapnya.

Tidak berbuat apa-apa

Ilustrasi kolase foto, Brigadir J, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi. (sumber: pixabay/Brett_Hondow/ Instagram @kadivpropam)

Kamaruddin Simanjuntak melihat Jokowi yang menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Polri, malah terlihat mandek dalam menyeret semua yang terlibat.

Presiden Jokowi seharusnya tidak hanya memberikan instruksi untuk membuka kasus ini seterang-terangnya, termasuk kepada publik.

Langkah Jokowi ini dinilai tidak berdampak pada pengungkapan kasus, lantaran kata Kamaruddin Simanjuntak tidak berbuat apa-apa.

Baca Juga: Mengejutkan! Gus Baha Ungkap Dampak Memelihara Khodam

"Tetapi karena presiden tidak mau berbuat sesuatu. Maka pada akhirnya, kecuali hanya mengatakan empat kali, buka seterang-terangnya," kata Kamaruddin Simanjuntak. 

"Memang kita akui dia (Presiden Jokowi) mengatakan itu empat kali, dalam empat kali momen," ungkapnya.

Dia melihat Presiden Jokowi malah membiarkan Polri terjebak ke dalam lumpur, dan tidak bisa keluar.

"Presiden membiarkan polri terjebak dalam lumpur. Itu akhirnya sampai dengan hari ini, mereka terjebak tidak bisa keluar," ujarnya.

Kontributor : Sakti Chiyarul Umam
Sumber: SuaraJawaTengah.id 

Load More