"Terbukti ketika saya ke daerah dari anak-anak sampai dewasa," kata dia menceritakan pengalamannya.
Bukan itu saja, dia pun merasakan bagaimana mereka yang berbeda baik berkerudung atau tidak, memeluk dirinya dan mengatakan terima kasih atas perjuangan yang saat ini sedang dilakukan.
"Baik yang tidak berkerudung sampai yang berkerudung, semua tak ada malu-malu memeluk saya, memeluk dan mengatakan terimakasih," ucapnya lagi.
Merasakan itu semua, Komaruddin Simanjuntak lantas menilai jika semua orang Indonesia ini baik dan rindu negara menjadi lebih baik lagi, namun kurang kompak.
"Artinya mereka rindu Indonesia ini negara yang baik tetapi kita kurang kompak untuk memperbaiki negara ini oleh karena itu kita harus kompak," ucapnya.
Tidak berbuat apa-apa
Kamaruddin Simanjuntak melihat Jokowi yang menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Polri, malah terlihat mandek dalam menyeret semua yang terlibat.
Presiden Jokowi seharusnya tidak hanya memberikan instruksi untuk membuka kasus ini seterang-terangnya, termasuk kepada publik.
Langkah Jokowi ini dinilai tidak berdampak pada pengungkapan kasus, lantaran kata Kamaruddin Simanjuntak tidak berbuat apa-apa.
Baca Juga: Mengejutkan! Gus Baha Ungkap Dampak Memelihara Khodam
"Tetapi karena presiden tidak mau berbuat sesuatu. Maka pada akhirnya, kecuali hanya mengatakan empat kali, buka seterang-terangnya," kata Kamaruddin Simanjuntak.
"Memang kita akui dia (Presiden Jokowi) mengatakan itu empat kali, dalam empat kali momen," ungkapnya.
Dia melihat Presiden Jokowi malah membiarkan Polri terjebak ke dalam lumpur, dan tidak bisa keluar.
"Presiden membiarkan polri terjebak dalam lumpur. Itu akhirnya sampai dengan hari ini, mereka terjebak tidak bisa keluar," ujarnya.
Kontributor : Sakti Chiyarul Umam
Sumber: SuaraJawaTengah.id
Berita Terkait
-
Daftar Jeratan Hukum Oknum Polisi dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Kasus Brigadir J Tamat? Ini Penjelasan Kamaruddin Simanjuntak Usai Pertemuan Keluarga Yoshua di Jambi
-
Sempat Menolak Masuk Kamar, Brigadir J Pasrah Juga Mau Temui Istri Ferdy Sambo
-
5 Fakta Mengejutkan Ferdy Sambo di Kasus Kematian Brigadir J, Kebal Hukum, Gangguan Jiwa hingga Bisa Batal Dipecat
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Tottenham Tunjuk Roberto De Zerbi sebagai Nakhoda Baru
-
Efek Perang Iran: Tak Hanya BBM, Harga HP di Indonesia Terancam Naik!
-
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya
-
Amerika Serikat Kalah Dua Laga Beruntun Jelang Piala Dunia 2026, Calon Lumbung Gol?
-
Tetap Waras di Era Tak Tentu, Membaca Bebas Finansial ala Generasi Sandwich
-
7 Moisturizer Krim untuk Skin Barrier Rusak, Ampuh Melembapkan dan Menenangkan Kulit
-
Taruhan Kuping, Sunan Kalijaga Pastikan Putrinya Ditalak Cerai Taqy Malik karena Legging
-
Fakta di Balik Kegagalan Italia Lolos ke Piala Dunia 2026, Kutukan Juara Euro Terulang?
-
Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram
-
Diperkuat Eks Man United, Kongo Ukir Sejarah Lolos ke Piala Dunia Setelah 52 Tahun