Suara.com - Hasil referendum di Krimea yang mengungkapkan mayoritas warga di wilayah Ukraina itu ingin bergabung dengan Rusia memberikan sentiment negatif terhadap indeks regional. Pelaku pasar khawatir pascareferendum akan memicu ketegangan baru dalam konflik di Ukraina.
Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,2 persen dan meneruskan penurunan pada minggu lalu yang mencapai 3,5 persen.
“Apabila ada tanda-tanda akan berlanjut menjadi perang, maka akan memberikan pengaruh buruk terhadap kawasan Eropa. Pada tahap ini, masih OK. Semuanya tergantung bagaimana Jerman dan juga rekanannya di Uni Eropa memandang hasil referendum tersebut,” kata Binay Chandgothia, analis dari Principal Global Investors.
Indeks Topix di Jepang merosot 0,8 persen, indeks Hang Seng di Hongkong melemah 0,3 persen dan indeks S&P/ASX 200 juga turun 0,2 persen. Kenaikan dialami indeks Kospi di Korea Selatan yang meningkat 0,4 persen, indeks Taiex di Taiwan bertambah 0,1 persen dan indeks Shanghai Composit melejit 1 persen.
Di Bursa Efek Indonesia, efek pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon Presiden RI periode 2014-2019 mulai memudar. Indeks harga saham yang sempat memembus level 4.900 akhirnya harus turun ke posisi 4.863 atau turun 15 poin dari posisi di awal perdagangan.
Volume perdagangan 7,4 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp10,7 triliun. Ada 158 saham yang naik, 148 saham turun dan 87 saham stagnan. Saham yang naik antara lain Surya Semesta Internusa, Lippo Karawaci dan PP London Sumatera Indonesia. Sedangkan saham yang turun antara lain Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia dan Bank Mandiri. (Bloomberg/RTI)
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?
-
BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi