Suara.com - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, ada 18 bank yang kondisinya mengkhawatirkan pada 2008 lalu dan lima bank diantaranya mirip dengan kondisi yang dialami Bank Century.
Hal itu diungkapkan Sri Mulyani saat menjadi saksi atas terdakwa Budi Mulia dalam kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Sri Mulyani mengatakan, sebagai Menteri Keuangan yang juga merupakan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan, dia menerima laporan dari Bank Indonesia tentang kondisi lima bank yang punya masalah dengan rasio kecukupan modal (CAR).
Laporan itu diberikan terkait rapat KSSK yang akan memberikan FPJP untuk Bank Century. Ketika itu, rapat KSSK sudah sepakat untuk memberikan FPJP sebesar Rp632 miliar. Namun, jumlah itu kemudian membengkak menjadi Rp1,6 triliun.
“Saya waktu itu juga bertanya, kenapa dana yang dibutuhkan menjadi lebih besar. Informasi yang terima, ada penerimaan yang ternyata tidak jadi masuk ke sektor penerimaan. Selain itu, surat berharga Bank Century dimatikan oleh Bank Indonesia karena bank ini dianggap sebagai bank gagal. Akibatnya, CAR (rasio kecukupan modal-red) nya turun dari 3,2 persen menjadi -35 persen,” ujar Sri Mulyani saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum.
Sri Mulyani menambahkan, keputusan menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik bertujuan agar nasabah tidak melakukan penarikan dana secara besar-besaran dari perbankan.
Mantan Menteri Keuangan itu mengaku tidak ingin krisis finansial yang terjadi pada 1998 lalu kembali terulang. Kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik telah menyeret mantan Deputi Gubenur Bank Indonesia Budi Mulia sebagai terdakwa.
Berita Terkait
-
Dukung Penegakan Hukum, Boediono Siap Jadi Saksi di Sidang Tipikor
-
JPU KPK Tanyakan Soal Kekurangan Data kepada Saksi Ratna Etchika
-
Direktur Bank Dunia Sri Mulyani Lapor SPT Lewat "e-Filing"
-
Mantan Gubernur BI: Kebijakan Penyelamatan Bank Century Tidak Salah
-
Jaksa KPK Ajukan Boediono Jadi Saksi Century
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Harga Emas Meroket di Pegadaian saat Perang Timur Tengah Berkecamuk
-
Prediksi IHSG Hari Ini saat Tekanan Perang Iran dan Utang Luar Negeri
-
Perusahaan Maritim dan Kapal Tanker Dunia Umumkan Stop Operasi di Selat Hormuz
-
Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran
-
IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik
-
Purbaya Turun Tangan Selesaikan Proyek Jumbo Gas Abadi Masela
-
Transformasi Gaya Hidup Pintar, Produk Smart Home Makin Canggih Berkat AI
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak
-
Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan