Bisnis / Makro
Senin, 05 Mei 2014 | 12:30 WIB
Ilustrasi: Angkutan umum mengisi bbm subsidi. (Antara/Wahyu Putro)

Suara.com - Pengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) tidak khawatir dengan keputusan BPH Migas yang mengurangi kuota bbm subsidi untuk wilayah Jakarta.

Ketua bidang SPBU Hiswana Migas, Eko Wuryanto mengatakan, SPBU tidak akan dibatasi dalam penjualan bbm subsidi meski kuota dikurangi oleh BPH Migas.

Menurut Eko, apabila kuota bbm subsidi di Jakarta sudah habis maka konsumen bisa mengisi di SPBU di daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

“Yang jadi masalah itu kan kalau kuota di daerah penyangga seperti Bodetabek juga ikut dikurangi. 40 persen warga Jakarta kan tinggal di daerah penyangga. Jadi, mereka bisamengisi bensin di SPBU yang ada di daerah itu. Jadi, keputusan BPH Migas mengurangi kuoata bbm subsidi untuk wilayah Jakarta tidak perlu dikhawatirkan,” ujar Eko ketika dihubungi suara.com melalui sambungan telepon, Senin (5/5/2014).

BPH Migas yang mengurangi kuota bbm subsidi di Jakarta dari 2.213.720 kilo liter pada 2013 menjadi 2.168.085 kilo liter untuk premium dan jatah solar subsidi, dari 905.316 kilo liter di 2013 menjadi hanya 787.211 kilo liter di 2014.

Anggota BPH Migas Ibrahim Hasyim mengatakan, pengurangan bbm subsidi di Jakarta dilakukan karena warga Jakarta mempunyai banyak alternatif bahan bakar minyak. Menurut dia, pemilik kendaraan pribadi bisa menggunakan bahan bakar gas atau bbm non subsidi apabila kuota bbm subsidi sudah habis.

Load More