Suara.com - Kredit Pemilikan Rumah untuk rumah tipe kecil pada triwulan pertama tahun ini di Jawa Tengah melonjak tinggi. Pada Januari hingga Maret, KPR untuk rumah tipe kecil naik 28,25 persen. Jumlah itu naik drastis dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 7,61 persen.
"Melonjaknya pertumbuhan KPR untuk rumah tipe kecil ini, terutama didorong oleh meningkatnya permintaan kredit dari 'end user'. Di samping itu, juga karena pengaruh pergeseran minat investor dalam berinvestasi yang semula memilih membeli rumah tipe besar bergeser ke rumah tipe kecil karena tidak terkena ketentuan Loan To Value," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah V Jateng & DIY Sutikno.
Meski mengalami perlambatan, kata Sutikno, antusiasme perbankan di Jawa Tengah dalam menyalurkan KPR masih relatif cukup tinggi, sebagaimana tercermin dari pertumbuhan KPR per Maret 2014 tercatat 21,23 persen.
Sutikno mengatakan bahwa lokasi proyek yang menyerap KPR relatif tinggi yang tersebar di beberapa wilayah. Misalnya, Kota Semarang menyerap KPR dengan porsi paling tinggi mencapai 30,62 persen; Surakarta 7,90 persen; Kabupaten Banyumas 6,20 persen; Kabupaten Semarang 5,82 persen; dan Sukoharjo sebesar 5,25 persen.
"Pangsa KPR yang relatif tinggi sejalan dengan bertumbuhnya perekonomian mendorong pengembang terus membangun properti residensial di wilayah tersebut," tukasnya.
Sutikno menyatakan kebijakan LTV atau pembatasan pembayaran uang muka dari 20 persen menjadi 30 persen mampu menekan potensi "bubble" properti atau peningkatan harga secara tiba-tiba karena permintaan properti dari spekulan berkurang.
"Penerapan kebijakan loan to value (LTV) ini tampaknya turut memperlambat pertumbuhan KPR. Perlambatan sendiri tercermin, khususnya untuk rumah dengan tipe bangunan lebih dari 70 meter persegi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Saatnya Wujudkan Rumah, Mobil & Liburan Impian Anda lewat BRI Consumer Expo Jakarta 2026
-
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun
-
Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!
-
Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat