Suara.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali mencatat, perolehan devisa dari hasil perkebunan rakyat daerah ini mampu menembus angka satu juta dolar Amerika atau sekitar Rp11,5 miliar selama lima bulan periode Januari-Mei 2014, naik 129 persen dari periode sama sebelumnya yang hanya 442 ribu dolar.
"Besar perolehan devisa hasil perkebunan itu, berkat kakao panenan masyarakat Bali semakin gencar memasuki pasar ekspor dengan tujuan utama ke Amerika Serikat," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali I Dewa Made Buana Duwuran di Denpasar, Minggu, (27/7/2014).
Kakao merupakana mata dagangan jenis baru dari Bali, dalam perolehan devisanya mampu menyalip hasil perdagangan kopi yang sudah menjadi mata dagangan tradisional yang dikapalkan ke pasaran luar negeri.
Sebagaimana catatan Disperindag Bali menyebutkan bahwa, realisasi perdagangan kakao mencapai 67 ton bernilai 586.708 dolar, kopi hanya terjual 66 ton seharga 426.580 dolar dan vanili 69 kg senilai 2.415 dolar (Januari-Mei 2014).
"Dengan lancarnya pemasaran hasil perkebunan rakyat itu diharapkan petani akan lebih bergairah untuk memelihara tanamannya sehingga menghasilkan buah yang berkualitas," ujar Dewa Made Buana.
Ia mengakui Kakao produksi petani daerah ini baru memulai memasuki pasar ekspor dengan tujuan utama adalah konsumen Amerika Serikat, Australia dan Jerman, tentu dalam jumlah masih terbatas yakni masih dalam belasan ton per bulan.
Dewa Made Buana Duwuran menjelaskan, ada tiga daerah yang mengembangkan tanaman kakao di daerah ini yakni petani di Kabupaten Tabanan seluas 5.063 hektare, menyusul Jembrana, 3.555 hektare, Buleleng 1.258 hektare sisanya di Badung, Klungkung, Bangli dan Karangasem.
Harga hasil perkebunan ini di tingkat petani di daerah ini cukup stabil yakni tercatat Rp36.700/kg fermented dan Rp34.200/kg asalan. Harga yang diterima petani itu cukup menggairahkan saat sekarang ini. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Moody's Soroti Risiko Kebijakan RI, Subsidi Energi Hingga DSI Jadi Catatan Merah Prabowo
-
Prabowo Klaim DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar
-
Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
-
Rupiah Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS, Ditopang Lonjakan Cadangan Devisa
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL